Hadapi MEA, Mutu dan Kualitas Perawat Ciamis Harus Ditingkatkan

 

Ilustrasi. Photo : Ist/ Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, menggelar kegiatan seminar kesehatan nasional, Sabtu (30/04/2016), bertempat di Gedung Islamic Centre, Ciamis.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Ciamis, Osep Hernandi, ketika ditemui HR Online, Sabtu (30/04/2016), mengatakan, seminar kesehatan nasional tersebut diselenggarakan dalam rangka menghadapi era masyarakat ekonomi asean (MEA).  

Seminar yang mengambil tema “MEA, Akankah Tenaga Kesehatan Menjadi Juragan atau Pesuruh di Negeri Sendiri” dihadiri ribuan perawat dan bidan PNS, sukwan, dan mahasiswa dari wilayah Kabupaten Ciamis, Pangandaran, Tasikmalaya, Kuningan dan Kota Banjar.

Osep menjelaskan, materi yang dibahas dalam seminar kesehatan nasional itu diantaranya mengenai peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka menghadapi pasar bebas atau MEA.

“Seminar ini merupakan salah satu strategi melakukan pembinaan dan pengawasan mutu tenaga kesehatan sesuai dengan kompetensi dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pembinaan dan pengawasan mutu tenaga kesehatan dilakukan melalui peningkatan komitmen dan koordinasi semua pemangku kepentingan dalam pengembangan tenaga kesehatan,” katanya.

Lebih lanjut, kata Osep, seminar ini juga diselenggarakan untuk mengukur sejauhmana kemampuan para perawat yang ada di Kabupaten Ciamis dan daerah lain. Pasalnya, mereka dituntut untuk bisa menjadi garda terdepan dalam menangani masalah kesehatan. 

“Selesai seminar, semua peserta mendapatkan sertifikat. Karena ini seminar nasional, maka peserta mendapatkan nila poin dua dan seminar loka nilai satu poin. Dan sertifikat tersebut bisa digunakan untuk memperpanjang Surat Tanda Registrasi (STR) keperawatan, kebidanan dan itu wajib. Untuk memperpanjang STR, maka setiap perawat harus memenuhi 25 Satuan Kredit Propesi (SKP) untuk memperpanjang STR yang dilakukan setiap lima tahun sekali,” katanya. (Es/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar