Kasus Perjudian Pilkades di Pangandaran Tak Bisa Gugurkan Kades Terpilih

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Camat Padaherang Saprudin, mengatakan, permasalahan pidana terkait dua pelaku judi taruhan Pilkades sudah masuk ke wilayah kepolisian. Dia meminta agar masyarakat mempercayakan penanganan masalah tersebut ke pihak kepolisian. 

“Kami berharap kasus ini tidak meluas dan cukup serahkan saja ke pihak kepolisian. Bagi masyarakat, jadikanlah permasalahan ini sebagai pengalaman agar kedepan kasus serupa tidak terjadi kembali. Kami mengharapkan Desa Paledah selalu kondusif. Makanya, kami meminta bantuan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-bersama menjaga,” katanya, saat audensi dengan sekelompok warga Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, di Aula Desa Paledah, Rabu (25/05/2016).

Di tempat yang sama, Ketua BPD Desa Paledah, O Sodikin, mengatakan, kasus hukum perjudian dengan pelaksanaan Pilkades konteksnya terpisah dan tidak ada kaitannya. Dengan begitu, kata dia, apapun keputusan hukum terkait kasus tersebut, tidak akan mempengaruhi proses pelaksanaan Pilkades yang sudah berjalan. [Berita Terkait: Penjudi Pilkades di Pangandaran Diisukan Dilepas Polisi, Warga Bereaksi]

“Saat penyelenggaraan Pilkades kemarin sudah berlangsung aman tanpa ekses. Adapun permasalahan hukum perjudian, itu sudah berbeda konteks. Jadi, masyarakat harus paham dengan permasalahan ini agar tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.

Kabid Pemerintah Desa BP3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran, Tjomi Suryadi, mengatakan, permasalahan hukum terkait perjudian tidak mempengaruhi tahapan pelaksanaan Pilkades Serentak yang sudah berjalan, termasuk tidak bisa menggugurkan calon kepala desa terpilih.

“Proses pengusulan pelantikan kepala desa terpilih dari BPD ke Bupati melalui Camat terus berjalan. Dan rencananya pelantikan akan digelar secara serentak pada tanggal 2 Juni 2016 mendatang,” katanya.

Tjomi menjelaskan, seluruh calon kepala desa di Desa Paledah dan Desa Jangraga tidak mempermasalahkan hasil Pilkades. Bahkan, seluruh saksi dari masing-masing calon pun sudah menandatangani berita acara hasil perhitungan suara.

“Jadi, meski ada permasalahan ini, tidak ada calon yang akan melakukan gugatan. Artinya, semua pihak sudah sepakat memisahkan konteks hasil pelaksanaan Pilkades dengan kasus hukum perjudian,”pungkasnya. (Mad/Koran-HR) 

KOMENTAR ANDA

Komentar