Timbulkan Bau Busuk, Pabrik Pakan Lele di Banjar Dikeluhkan Warga

23/05/2016
Timbulkan Bau Busuk, Pabrik Pakan Lele di Banjar Dikeluhkan Warga

Tempat atau pabrik penggilingan telur dan ayam busuk untuk pakan ikan lele yang berada di Dusun Rancabulus RT.04 RW.03 Desa Rejasari Kec.Langensari Kota Banjar, mengganggu lingkungan sekitar, karena menimbulkan bau busuk yang menyengat. Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Keberadaan tempat pembuatan pakan ikan lele yang berada di Dusun Rancabulus RT.04 RW.03 Desa Rejasari Kec.Langensari Kota Banjar, dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, tempat perebusan atau penggilingan telur dan ayam busuk untuk pakan lele tersebut menimbulkan bau busuk yang menyengat.

Pantauan HR Online di lokasi, Senin (23/05/2016), tempat penggilingan pakan ikan lele berukuran sekitar 6 x 5 meter, dengan memakai material bambu dan beratap terpal, juga ada 4 tungku masak serta bahan baku berupa telur dan ayam busuk.

Selain itu, pembuangan limbahnya pun diduga tak memenuhi faktor kesehatan lingkungan. Begitupun kondisi di sekitarnya yang kotor dan becek. Sehingga, pantas menimbulkan bau busuk yang berasal dari olahan dan limbah itu. Terlebih terkena hembusan angin. 

“Kami bukan hanya mengeluh, tapi itu sangat mengganggu aktivitas warga sekitar. Dampaknya sangat terasa, polusi udara dan tidak baik bagi kesehatan,” kata salah satu warga setempat, Kasih kepada HR Online.

Dia mengungkapkan, dari bau busuk yang menyebar itu membuat warga menjadi tidak nyaman. Terlebih saat sedang makan jadi tidak berselera, karena jadi tidak enak makannya.

“Bahkan sampai muntah-muntah dan sakit. Ada pula warga yang sedang berkebun jatuh pingsan akibat menghirup bau busuk tersebut,” tambahnya.

Nuha, warga lainnya mengatakan, aktivitas usaha yang dijalankan oleh warga Kel. Muktisari di atas tanah orang tuanya yang merupakan warga setempat, sangat merugikan warga.

“Bau busuk itu hampir setiap hari. Jelas sangat mengganggu sekali, bahkan abunya hingga beberapa radius kilometer,” tukasnya.

Dirinya menduga prosedur usaha pakan ikan lele itu sudah menyalahi aturan. Selain dampak bau menyengat dari aktivitas penggilingan telur dan ayam busuk, juga limbahnya mengabaikan kenyamanan umum.

“Keluhan ini sudah kami sampaikan pada ketua RT dan Linmas di sini, untuk ditindaklanjuti agar ada solusi terbaik. Namun hingga kini belum ada respon,” ujarnya. (Nanks/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles