Soal Kasus Pasien Masih Diminta Biaya Tambahan, Ini Penjelasan BPJS Ciamis

Soal Kasus Pasien Masih Diminta Biaya Tambahan, Ini Penjelasan BPJS Ciamis

Ilustrasi BPJS. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Terkait adanya peserta pengguna kartu BPJS Kesehatan kelas I atas nama almarhum Surdi, warga Dusun Kota, RT.13, RW.05, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, yang sebelumnya dirawat di RS Al-Arif, tapi tetap masih ada tagihan yang dibayarnya, Kepala Unit Operasional BPJS Kesehatan Kabupaten Ciamis, Beni, mengaku bahwa pihaknya sudah mengklarifikasikannya kepada DPRD Ciamis, termasuk juga telah mengkoordinasikan dengan pihak Rumah Sakit Al-Arif.

“Kami sudah menyelesaikannya dan mengkomunikasikan dengan RS Al-Arif, dimana pasien pengguna kartu BPJS Kesehatan itu dirawat. Sebenarnya yang terjadi, bahwa pasien pemegang kartu kelas I itu dalam perawatannya tidak menggunakan fasilitas peruntukkannya, atau mengambil hak yang lebih tinggi,” terang Beni, saat dikonfirmasi HR via telepon selulernya, Selasa (21/06/2016). [Berita Terkait: Harusnya Gratis, Pasien BPJS di Ciamis Kecewa Diminta Biaya Tambahan]

Lebih lanjut Beni mengatakan, pasien tidak menempati kamar perawatan dengan fasilitas dua tempat tidur, sebagaimana hak kelas I, namun menggunakan ruang kamar VIP dengan fasilitas tempat tidur sendiri atau satu orang pasien saja.

“Nah itu naik kelas dan dilegalkan. Artinya, BPJS Kesehatan hanya menanggung biaya dasar saja. Jadi jika pasien menggunakan hak kelas lebih tinggi, berdasarkan ketentuan dibebankan biaya tambahan atau sharing biaya yang harus dikeluarkan,” katanya. [Berita Terkait: FTMC Dorong DPRD Ciamis Bentuk Pansus Sikapi Pelayanan Buruk BPJS]

Menurut Beni, pihak keluarga pasien sendiri waktu itu menyetujui dan menyanggupinya dengan siap membayar sharing biaya tersebut, yang selanjutnya dituangkan dalam surat pernyataan di atas materai.

“Atas pernyataan kesanggupan itu, keluarga pasien mentaati dan telah membayar lunas sharing biayanya. Tapi entah kenapa setelahnya dipublik berkembang dipertanyakan atas ketidakpuasannya, hal itu dimaklumi dan kami berkewajiban untuk menyelesaikannya dengan baik,” ujarnya.

Dalam penyelesaiannya, atas pertimbangan tertentu dan untuk kebaikan bersama, termasuk menjaga citra baik BPJS, maka pihak RS Al-Arif berkebijakan mengembalikan sejumlah uang pembayaran sharing penggunaan kamar VIP kepada keluarga pasien. [Berita Terkait: Pelayanan BPJS di Ciamis Kerap Dikomplen, Ini Tanggapan DPRD dan Wabup]

Alasan sharing biaya dikembalikan lagi kepada pihak keluarga pasien, kata Beni, dalam hal ini baik BPJS mauapun RS Al-Arif tidak ada yang salah. Cuma memang itu kebijakan yang dikeluarkan dan menjadi kerugian bagi RS Al-Arif sendiri.

“Untuk lebih jelasnya atas pengembalian sharing itu sebagai bentuk apa, silahkan dikonfirmasikan ke pihak RS Al-Arif secara langsung,” tukasnya.

Beni juga mengatakan, bahwa permasalahan ini menjadi hikmah bagi semua pihak untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan yang optimal, sebagaimana bahwa BPJS adalah selaku penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diamanahkan Perpres dan Permenkes.

“Untuk itu kami berharap, karena program JKN adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk ikut bersama-sama mensukseskan, tak terkecuali LSM dan media, kami ucapkan terima kasih atas segala perhatianya,” pungkas Beni.

Sementara itu, Tedi Rosmiadi, keluarga pasien atas nama Surdi, peserta BPJS kelas 1 yang dirawat di RS Al Arief Ciamis, membantah keterangan pihak BPJS tersebut. Menurutnya, pasien atas nama Surdi dirawat di kamar inap kelas 1, bukan di kamar VIP. “ Saya punya foto plang kamar yang ditempati Pak Surdi. Pada plang itu tertera bahwa kamar tersebut statusnya kelas 1. Kalau RS Al Arif dan BPJS tidak mengakui ada kesalahan prosedur, mungkin mereka tidak akan mengembalikan uang yang sebelumnya kami bayar,” tegasnya, kepada Koran HR, Selasa (21/06/2016).

Logikanya, lanjut Tedi, kalau tidak ada kesalahan prosedur dalam proses klaim asuransi BPJS atas nama Surdi, pihak BPJS maupun rumah sakit tidak akan mau mengembalikan uang. “Mereka juga tidak mau rugi dengan begitu saja mengembalikan uang.,” tegasnya. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles