Ancaman Kurungan & Denda Hantui PKL IC Ciamis

28/07/2016 0 Comments
Ancaman Kurungan & Denda Hantui PKL IC Ciamis

Para Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di komplek Islamic Center terancam pidana kurungan tiga bulan dan denda sebesar Rp. 50 juta rupiah.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Para Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di komplek Islamic Center terancam pidana kurungan tiga bulan dan denda sebesar Rp. 50 juta rupiah. Pasalnya, mereka dituding telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2012 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3).

Ancaman pidana kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak Rp. 50 juta tersebut terungkap dalam Surat Peringatan I yang dilayangkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis Nomor : 300/ 282-SATPOLPP/ 2016 tertanggal 19 Juli 2016, yang diterima oleh para pedagang.

Surat peringatan I itu diterbitkan berdasarkan hasil rapat sosialisasi yang dilaksanakan Pada Hari Jum`at tanggal 1 Juli 2016 dan dihadiri oleh Kepala Satpol PP Ciamis, Muspika Kecamatan Ciamis, Disperindagkop, Lurah Kertasari, dan Ketua Paguyuban PKL IC, bertempat di Aula Kecamatan Ciamis.

Dalam surat itu, Satpol PP menyampaikan beberapa poin penting yang harus dilakukan oleh PKL IC. Diantaranya, kios PKL yang terdapat di kawasan IC harus ditertibkan. Batas waktu penertiban sampai Bulan Agustus 2016.

Dasar hukum yang menjadi acuan Satpol PP melakukan penertiban terhadap PKL IC adalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2012 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3), Pasal 4 ayat 7 huruf c, Pasal 5 ayat 5 huruf g, Pasal 5 ayat 6 huruf h, dan Pasal 40 ayat 1.

Pasal 4 ayat 7 huruf c berbunyi, “Setiap orang dilarang menggunakan lahan kuburan dan lahan lainnya yang terlarang sebagai tempat tinggal dan tempat usaha”. Kemudian Pasal 5 ayat 5 huruf g berbunyi, “ Setiap orang atau badan dilarang menggunakan jalan umum, trotoar, taman dan tempat umum lainnya sebagai tempat bekerja, penimbunan atau penyimpanan barang baik yang menurut sifatnya masih dapat dipakai maupun barang bekas yang tidak dapat dipakai lagi menurut fungsinya semula”.

Pasal 5 ayat 6 huruf h, berbunyi , “Setiap orang atau badan pada jalur hijau dan taman dilarang bertempat tinggal, tidur, berjualan dan mendirikan bangunan”. Dan Pasal 40 ayat 1, berbunyi, “ Barang siapa melanggar ketentuan Pasal 5 ayat 4 sampai dengan 6 diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan dan atau denda paling banyak Rp 50.000.000”.

Masih dalam surat tersebut, Satpol PP berharap, sebelum diproses hukum lebih lanjut, pihaknya memperingatkan PKL IC untuk menindaklanjuti hasil rapat dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, mengaku kaget setelah mendapat ancaman pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp. 50 juta seperti yang tertulis pada Surat Peringatan I yang disampaikan Satpol PP. 

Dia tidak menduga, usaha warungan yang selama ini menjadi penopang hidup keluarganya sehari-hari akan ditertibkan oleh Pemerintah Daerah. Dia berharap, Pemerintah Daerah memikirkan nasib dirinya dan pedagang lain yang memiliki latar belakang ekonomi lemah. (Deni/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!