Budidaya Buah Surga di Kota Banjar Raup Untung Rp. 12 Juta per Bulan

31/07/2016 0 Comments
Budidaya Buah Surga di Kota Banjar Raup Untung Rp. 12 Juta per Bulan

Hartono, warga Lingkungan Langensari, Kelurahan Muktisari, Kecamamatan Langensari, Kota Banjar, memperlihatkan puluhan tanaman buah Tin yang ditanam di halaman rumahnya. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pohon/buah Tin yang biasa disebut sebagai buah surga, secara biologis berasal dari Asia Barat yang menyebar hingga wilayah Eropa dan Amerika. Namun, kini masyarakat Indonesia patut berbahagia karena pohon surga tersebut sudah bisa dibudidayakan di tanah air, salah satunya di Kota Banjar.

Hartono, warga Lingkungan Langensari, Kelurahan Muktisari, Kecamamatan Langensari, Kota Banjar, kini sedang mengembangkan jenis tanaman buah tersebut. Ketika ditemui Koran HR di rumahnya, Selasa (26/07/2016) lalu, tampak puluhan jenis pohon Tin memenuhi halaman rumahnya.

“Pertama saya membeli hanya batangnya saja yang panjangnya sekitar satu jengkal, dari Spanyol. Satu tahun lalu saya membelinya dengan harga cukup variatif, mulai dari Rp.1 jutaan. Namun kini saya kembangkan, dan alhamdulillah sudah tumbuh,” ungkapnya.

Dia mengaku sangat terobsesi mengembangkan pohon Tin karena berbagai hal. Secara manfaat untuk kesehatan, mulai dari daun, pohon, buah serta getahnya sangat berguna untuk mengobati berbagai penyakit. Adapun nilai secara hitungan bisnis, menurutnya sangat menjanjikan, sebab pohon tersebut masih sangat langka di Indonesia.

Sementara ini, Hartono masih mengembangkanya hanya untuk dijadikan sebagai tanaman yang diperjualbelikan, jadi belum pada pembuahan. Sampai saat ini, setiap bulannya mengirim pohon Tin ke berbagai daerah yang ada di Indonesia, seperti Surabaya, Jogjakarta, Jakarta, Palembang, dan Kalimantan,” lanjutnya.

Harga yang dibanderol Hartono cukup fantastis, mulai harga Rp.150 ribu hingga Rp.16 juta per pohon, tergantung varietasnya. Hartono mengaku, dari hasil penjualannya itu, setiap bulan dirinya bisa mendapatkan omset Rp.5 juta hingga Rp.12 juta.

“Ini baru sedikit yang saya kembangkan. Kalau saja saya maksimalkan mulai dari buah dan pohonnya, tentu ini adalah pohon uang sebenarnya. Saya berkeyakinan pohon ini bisa menjadi ikon baru untuk Kota Banjar, karena masih jarang yang mengembangkan. Kalau di Eropa maupun Timur Tengah, pohon ini adalah tanaman istimewa. Sedangkan di Malaysia, buahnya sudah dikomersilkan,” tuturnya.

Selain pohon Tin, Hartono juga berniat mengembangkan pohon Kurma. Tidak tanggung-tanggung, dia beli bibitnya dari London, Inggris. Dengan tekadnya, dia mencoba membuktikan bahwa tanaman apapun di tanah Indonesia bisa hidup.

“Karena bibitnya belum sampai sini, saya belum bisa bicara banyak sebab buktinya belum ada. Kalau pohon Tin kan sudah jelas bisa dilihat pohon maupun buahnya. Pada dasarnya, ini adalah hoby yang menguntungkan. Selain langka, juga bisa dibudidayakan oleh masyarakat Banjar, agar kita bisa mendapat potensi agrowisata dengan ikon pohon Tin,” ujarnya.

Ditanya soal perawatan, dirinya mengaku belum bisa mempublikasikan terkait cara membudidayakan pohon Tin yang dia kembangkan saat ini. Namun, dia hanya menyampaikan bahwa pohon itu akan tumbuh dengan baik, tergantung bagaimana kita merawatnya.

“Kalau hama hanya kupu-kupu saja. Sedangkan teknik pengembangannya, kami masih rahasiakan. Yang membeli kepada saya juga masih para kolektor yang memang sudah tahu berbagai macam kelebihan dari pohon Tin. Semoga Kota Banjar menjadi ikon Indonesia dengan pohon Tin,” pungkasnya. (Muhafid/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!