Karta Parikesit Pangandaran Masuk Nominasi Lima Besar Jabar

30/07/2016 0 Comments
Karta Parikesit Pangandaran Masuk Nominasi Lima Besar Jabar

 

Hasil kreasi Karang Taruna Parikesit Desa Maruyungsari, Padaherang, Pangandaran. Photo : Madlani/ HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Karang Taruna Parikesit Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, masuk nominasi lima besar dalam penilaian Lomba Karang Taruna tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Kegiatan Karang Taruna pada umumnya sama, tapi berbeda halnya dengan karang taruna ini. Ada nilai lebih dari semua kegiatannya, yaitu keahlian fisik (Hard Skill) dan keahlian jiwa dan karakter (Soft Skill),” kata Ketua Tim Penilai Karang Taruna Provinsi Jawa Barat, Muhammad Satria, S.Sos.,M.Si, ketika ditemui Koran HR, Senin (25/07/2016).

Satria mengatakan, Karang Taruna pada umumnya sama. Sebagai dasar kriteria penilaian sesuai standar organisasi, yaitu meliputi Kapasitas SDM, Administrasi Kelembagaan (Kepengurusan, Kesekretariatan, Perekonomian, dll) dan Program Kerja seperti Pelayanan Sosial atau kegiatan kemasyarakatan.

“Kita tertarik dengan apa yang dipresentasikan oleh Karang Taruna Parikesit, karena berbeda dengan yang lain. Lebih pada pengembangan keahlian fisik dan pengembangan keahlian jiwa dan karakter. Karang Taruna yang mandiri tidak bergantung pada proposal, tapi mengutamakan kreatifitas dan produktifitasnya sebagai generasi muda,” katanya.

Menurut Satria, kegiatan penilaian Karang Taruna rutin dilakukan setiap tahun. Penilaian dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan dari Provinsi, langsung dari Gubernur. Pada tahap seleksi awal, dari seluruh karang taruna kab/ kota seprovinsi Jawa Barat, terpilih 5 besar.

Diantaranya Bandung, Pangandaran, Kuningan, Cirebon, dan Karawang. Kelima Karang Taruna itu akan dipilih sebagai wakil provinsi Jawa Barat untuk mengikuti penilaian tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kemensos RI.

“Kita langsung penilaian ke lapangan, seperti apa dan bagaimana kenyataannya,” kata Satria yang juga menjabat Wakil Bidang Organisasi di Kepengurusan Karang Taruna Provinsi Jawa Barat.

Lebih lanjut Satria menambahkan, secara umum semua persyaratan untuk Karang Taruna Parikesit sudah bagus dan lengkap. Tinggal pengolahan manajemennya, nanti setelah dinilai masuk dalam kelas yang mana. Apakah masuk dalam kelompok Karang Taruna Kelas berkembang, kelas maju, atau sebagai kelas percontohan.

“Nanti kita lihat hasilnya setelah dinilai oleh tim. Tim penilai ini sudah memiliki kompetensi masing-masing di bidangnya, seperti penilaian Kapasitas SDM, Administrasi kelembagaan, serta program kerja pelayanan sosial kemasyarakatan. Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi Karang Taruna lainnya,” katanya.

Camat Padaherang, Saprudin HN, mengaku sangat berterima kasih atas kedatangan tim penilai dari provinsi. Dia juga mengapresiasi Karang Taruna Parikesit karena menjadi sumber energi dalam mengisi kemajuan dan perkembangan bangsa dan negara.

“Pemuda yang tidak mencari kerja tapi pemuda yang bisa menciptakan lapangan kerja. Prihatin kalau mentalitas pemuda yang mengandalkan orang tua terus tidak bisa mandiri. Penguatan ekonomi dengan pengembangan potensi pemberdayaan pemuda sangatlah penting. Maka saya ucapkan salut kepada Karang Taruna Parikesit yang banyak kreasi dan inovasinya sehingga masuk nominasi 5 besar tingkat propinsi, mudah-mudahan juara,” katanya.

Ketua Karang Taruna Parikesit, Junaedi, mengatakan, pihaknya mengusung tema Menspirit Karang Taruna Parikesit yang bercipta, karya dalam kemampuan dan keahlian fisik, kemampuan serta keahlian jiwa.

“Konsep itu dalam memberdayakan potensi sumber kesejahteraan sosial dan mengurangi penyandang masalah kesejahteraan sosial sebagai aplikasi moral di lapangan, membina komunikasi dan hubungan yang baik dengan stake holder,” katanya.

Tidak muluk-muluk, kata Junaedi, tujuan dirinya menjadi Ketua Karang Taruna Parikesit adalah mensejahterakan warga karangtaruna, baik dari kemampuan dasar yang dimiliki, seperti Peternak Ayam Pulet harus mampu membuat kandang, memilih benih, Ransum pakan, menjaga pola makan ayam, memahami kesehatan ayam, dan memahami teknik penjualan.

“Juga harus mempunyai kemampuan emosional atau keahlian jiwa, seperti rajin, pantang menyerah, kerjasama anggota, jujur, amanah, dan berjiwa sosial. Insyaalloh akan berhasil,” kata Junaedi. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!