Pecinta Gitar Deklarasikan Banjar Guitarist Society

31/07/2016 0 Comments
Pecinta Gitar Deklarasikan Banjar Guitarist Society

Anggota komunitas Banjar Guitarist Sosiety (BGS) langsung photo bersama usai menggelar acara deklarasi. Photo: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Meski Banjar merupakan kota kecil, namun kota di ujung Timur Jawa Barat ini mempunyai banyak seniman, terutama dalam bidang seni musik. Hal itu terlihat dengan bermunculannya komunitas-komunitas musik, baik perkumpulan drummer, basis, maupun gitaris.

Salah satunya yakni perkumpulan gitaris yang terbentuk dalam Banjar Guitarist Sosiety (BGS). Komunitas yang lahir dan dideklarasikan pada 24 Juli 2016 ini sudah mampu menghimpun para gitaris se-Kota Banjar.

Usai acara deklarasi, komunitas BGS yang bermarkas di Jalan Brigjen M Isa, tepatnya di Studio Music Santosa, juga menggelar coaching clinic guitar dengan tema For The Love of Guitar, oleh gitaris Ipunk dari Studio Home Recording dan Yayan Bengseng dari Studio Sirinada.

Ketua BGS, Johansyah, mengatakan, BGS merupakan wadah bagi para gitaris guna mengembangkan kompetensi dan potensinya. Selain itu, juga sebagai tempat untuk ajang silaturahmi sesama musisi.

“BGS dibentuk dengan tujuan untuk mempererat silahturahmi para musisi Banjar dan mewadahi para pecinta gitar. Anggota kami saat ini baru 30 orang,” katanya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Menurut Johansyah, awal terbentuknya BGS adalah dari sering berkumpulnya para gitaris, kemudian ngejam bersama dan sharing dalam bermusik. Tidak ada batasan umur untuk menyalurkan hobi bermain gitar, baik tua maupun muda berbaur di dalamnya.

Dia berharap, dengan dibentuknya BGS ini para gitaris bisa lebih maju dan lebih bertambah wawasan dalam bermain gitar. Karena, dengan wawasan yang luas dapat melahirkan kreativitas dalam sebuah karya bermusik.

“Ini bukan sebagai wadah para gitaris saja, melainkan sebuah tempat untuk kreativitas dan berbagi ilmu, khususnya dalam bermusik,” kata Johansyah.

Terbentuknya komunitas BGS ditanggapi oleh gitaris grup band Apache, Edi Susanto. Menurut dia, dengan terbentuknya komunitas ini para gitaris dapat mempublikasikan instrumen gitar yang merupakan bagian penting dalam bermusik, serta dapat menjadi wadah silaturahmi di kalangan gitaris Kota Banjar.

“Tentunya ini sangat positif bagi generasi muda, khususnya yang ingin mengembangkan minat dan juga bakat dalam bermain gitar,” ujar Edi.

Senada diungkapkan gitaris senior lainnya, Yayan Bengseng, bahwa BGS merupakan wadah untuk mengembangkan kreativitas dan produktivitas dalam bidang seni, serta menanamkan jiwa sosial dan kreatif, khususnya generasi generasi muda di Kota Banjar.

Yayan menambahkan, di dalam BGS tidak harus semua player guitar dan satu genre musik, melainkan sebagai tempat berkumpul dan mempererat persaudaraan sesama musisi, meski genre musiknya berbeda.

“Meski genre musik berbeda, namun kami tetap bersatu dalam berkarya, khususnya dalam bidang musik,” pungkasnya. (Hermanto/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!