SMPN 1 Banjarsari Ciamis: Penarikan Iuran PSB Bukan Pungli

31/07/2016 0 Comments
SMPN 1 Banjarsari Ciamis: Penarikan Iuran PSB Bukan Pungli

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, memberikan klarifikasi terkait dugaan penarikan iuran yang dilakukan pada saat Penerimaan Siswa Baru (PSB) belum lama ini.

Kepala SMP Negeri 1 Banjarsari, Andang, S.Pd.M.Pd, ketika ditemui Koran HR, Selasa (26/07/2016) lalu, menuturkan bahwa penarikan iuran yang dilakukan komite sekolah bukanlah pungutan liar (pungli).

“Itu bukan (pungli). Tapi biaya kebutuhan siswa yang telah disepakati bersama antara komite dengan orang tua siswa. Tepatnya pada tanggal 30 Juni 2016. Adapun kebutuhan siswa baru mencakup beberapa item yang sebelumnya telah dimusyawarahkan. Sebagai pihak sekolah, kami awalnya mengajukan kebutuhan sekolah kepada komite. Setelah itu komite menggelar rapat dan bermusyawarah dengan orang tua siswa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite SMP Negeri 1 Banjarsari, Dede Sarto Moezianto, saat dihubungi Koran HR, Selasa (26/07/2016), menegaskan kembali bahwa penarikan iuran yang dilakukan kepada siswa baru tersebut bukan pungli.

“Kami sebelumnya sudah memusyawarahkan soal kebutuhan sekolah dan siswa dengan para orang tua. Dari musyawarah itu, seluruh orang tua menyepakati kebutuhan biaya tersebut. Bahkan setelah musyawarah selesai digelar, banyak orang tua siswa yang menitipkan iuran kepada komite,” ujarnya.

Dede Sarto menjelaskan, jumlah total siswa baru pada tahun ajaran sekarang mencapai 328 orang. Setiap siswa baru dibebani iuran sebesar Rp. 1.020.000 untuk siswa laki-laki, dan Rp. 1.050.000 siswa perempuan.

Tapi sebagaimana hasil musyawarah, tidak semua siswa baru dibebani iuran sebesar itu. Misalnya, untuk orangtua siswa yang memiliki dua anak di SMP Negeri 1 Banjarsari mendapatkan pengurangan. Kemudian, bagi 66 siswa kurang mampu, mereka mendapat subsidi sebesar 20 persen.

Dede Sarto menyebutkan, dari 328 siswa itu akan terkumpul dana sebesar Rp. 157.200.000. Dana itu akan digunakan untuk rehabilitasi benteng sebesar Rp. 36.614.239. Kemudian rehabilitasi toilet sebesar Rp. 14.548.325. Pembuatan toilet baru Rp. 29.037.436. Pembangunan saung baca Rp. 32.000.000 dan pengadaan komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebesar Rp. 45.000.000.

“Sementara sisanya dialokasikan untuk kebutuhan siswa, mencakup pas photo, batik siswa, seragam olahraga, atribut, kerudung, topi, dasi, sampul raport, buku pribadi/ CR, buku perpustakaan dan perlengkapan alat drumb band,” jelasnya. (Suherman/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!