25 Peserta Test Berebut 4 Kursi Perangkat Desa Langensari Banjar

24/08/2016 0 Comments
25 Peserta Test Berebut 4 Kursi Perangkat Desa Langensari Banjar

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah desa di Kota Banjar meningkat klasifikasinya menjadi Desa Swakarya. Hal itu dilakukan sesuai ketentuan Permendagri No.15 Tahun 2015 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintahan Desa.

Dalam peraturan tersebut, SOTK pemerintahan desa di dalamnya harus terdiri tiga Kepala Urusan (Kaur), dan tiga Kepala Seksi (Kasi). Guna memenuhi kekurangan atau kekosongannya, maka pemerintah desa melakukan perekrutan perangkat desa.

Seperti yang sedang dilaksanakan oleh panitia penyaringan dan penjaringan perangkat Desa Langensari, Kecamatan Langensari, dimana sebanyak 25 orang calon perangkat desa tersebut mengikuti ujian test tertulis yang digelar di Aula Desa Langensari, Selasa (23/08/2016).

“Penyaringan dan penjaringan perangkat Desa Langensari ini tiada lain untuk mengisi kekosongan perangkat atas perubahan peningkatan klasifikasi jadi Desa Swakarya,” kata ketua panitia, Sadeli, kepada HR, saat ditemui disela-sela pemantauan ujian tertulis.

Dia menyebutkan, Pemdes Langensari saat ini baru memliki dua Kaur dan tiga Kasi, sehingga masih membutuhkan satu Kaur lagi. Namun demikian, dalam perekrutannya ini sekaligus menjaring tiga  orang untuk posisi staf Kaur dan Kasi.

Nanti setelah selesai melalui berbagai tahapan seleksi, akan diambil empat orang untuk masing-masing menempati Kaur Perencanaan, Staf Kaur Keuangan, Staf Kaur Umum dan Staf Seksi Kesra.

Dari 25 peserta itu, empat orang pendaftar diantaranya untuk formasi Kaur Perencanaan, tujuh orang staf Kasi Kesra, sepuluh orang staf Kaur Umum dan empat orang peminat formasi staf Kaur Keuangan.

“Mereka semua akan menjalan test seleksi selama tiga hari. Setelah hari ini menjalani test tulis, besoknya test keahlian komputer dan luasanya test keterampilan, yaitu pidato dan wawancara,” terang Sadeli.

Dia menambahkan, dalam pelaksanaan tahapan test, semuanya difasilitasi oleh tim dari kecamatan dan kota. Begitupun yang melakukan penilaian oleh tim tersebut. Hasil ujian nantinya akan diranking berdasarkan jumlah nilai yang diperoleh masing-masing calon perangkat desa, yaitu dari penjumlahan antara nilai ujian tertulis, komputer, pidato dan wawancara.

“Kita dari pihak panitia hanya mempersiapkan saja sampai nantinya melakukan pelantikan,” kata Sadeli. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!