42 Rumah Warga di Pangandaran Ini Kena Dampak Menara BTS

22/08/2016 0 Comments
42 Rumah Warga di Pangandaran Ini Kena Dampak Menara BTS

Menara Base Transceiver Station (BTS) salah satu provider ternama yang memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan Dusun Ciheras, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Warga Dusun Ciheras, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, mengeluhkan keberadaan menara Base Transceiver Station (BTS) salah satu provider ternama yang memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan.

Kepala Dusun Ciheras, Helana Abdul Ahid (26), ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, mengatakan, provider pemilik menara BTS selama ini tidak memperhatikan keamanan lingkungan sekitar.

Menurut Helana, tatkala hujan dan petir terjadi, loncatan petir dari menara BTS tersebut menimbulkan kerusakan. Sejumlah alat elektronik milik warga rusak akibat terpapar oleh pengaruh buruk menara BTS.

“Ada sebanyak 42 rumah warga yang terkena loncatan petir. Alat elektronik di rumah warga tersebut mengalami kerusakan, seperti televisi, lemari es dan lampu. Kerugian yang dialami warga mencapai Rp. 40 juta,” katanya.

Sayangnya, kata Helana, pihak provider atau perusahaan tidak kunjung memberikan respon atas kerugian yang dialami masyarakat. Warga akhirnya merasa kesal lantaran sulit berkomunikasi langsung dengan pihak provider.

Kepala Desa Sukaresik, Ikin Asikin, S.Pd, ketika dimintai tanggapan, membenarkan apa yang dialami warganya. Pihaknya juga mempertanyakan provider pemilik menara BTS yang merugikan warga tersebut.

“Sampai sekarang pihak provider belum juga meninjau ke lokasi. Kami juga sudah melapor ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polsek Sidamulih. Kami meminta mereka untuk bertindak tegas. Tapi lagi-lagi, sampai sekarang belum ada tindakan apa-apa,” katanya.

Selain itu, kata Ikin, pemilik atau pengelola menara BTS tidak pernah membayar pajak kepada pemerintah desa sejak tahun 2013. Padahal dalam SPPT tertera pajak yang dibebankan adalah sebesar Rp 650 ribu pertahun.

Ikin berharap, perusahaan provider segera menindaklanjuti keluhan warganya terkait dampak buruk yang ditimbulkan akibat keberadaan menara BTS di wilayah tersebut. (Ntang/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!