Bangkai Kapal KM Pisang Ditemukan di Perairan Cimerak Pangandaran

09/08/2016 0 Comments
Bangkai Kapal KM Pisang Ditemukan di Perairan Cimerak Pangandaran

Ilustrasi Kapal Tenggelam. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Bangkai kapal KM Pisang Jaya yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan laut Pangandaran akhirnya ditemukan di perairan laut Cimerak atau tepatnya di blok  Butupayung, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Senin (08/08/2016). Namun, 11 nelayan asal Cilacap yang tenggelam bersama kapal naas tersebut belum diketahui nasibnya. Petugas gabungan yang terdiri dari tim SAR, TNI dan Polri hingga saat ini masih melakukan pencarian.

Menurut Kasatpol Air Pangandaran, AKP Samuji, setelah tim gabungan berhasil menemukan bangkai kapal PM Pisang Jaya di perairan Cimerak, kemudian dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke Cilacap dengan ditarik oleh dua kapal besar.

“Tim gabungan masih mencari 11 nelayan Cilacap yang menumpangi kapal tersebut. Diduga mereka turut tenggelam saat terjadi kecelakaan laut tersebut,” ujarnya.

Samuji menjelaskan, kapal naas tersebut sebelum terjadi kecelakaan berniat berlayar mancari ikan dengan menggunakan jalur perairan laut Pangandaran. Namun, saat memasuki perairan laut Pangandaran, kapal diduga diterjang badai akibat cuaca buruk yang sudah berlangsung selama sepekan terakhir ini.

“Akibat terjangan badai, membuat kapal terbalik dan akhirnya tenggelam bersama penumpangnya,” katanya.

Namun begitu, kata Sumaji, 11 nelayan yang menumpangi kapal naas tersebut sudah mengantongi ijin berlayar dari Sahbandar Pelabuan Cilacap. “Ijin mereka untuk mencari ikan,” imbuhnya.

Setelah ditemukan bangkai kapal, lanjut Samuji, pihaknya bersama tim gabungan kini lebih meningkatkan pencarian terhadap korban. Dia berharap, pasca ditemukannya bangkai kapal tersebut, bisa menjadi petunjuk untuk mencari keberadaan 11 nelayan yang diduga turut tenggelam.

“Pencarian dilakukan siang dan hingga malam. Kalau pencarian malam lebih difokuskan dengan melakukan penyisiran ke daerah pantai yang berbatu dan berkarang. Karena tidak tertutup kemungkinan jasad korban terseret ke darat dan nyankut di bebatuan karang,” ujarnya.

Dia pun meminta keluarga korban untuk tetap bersabar menunggu hasil pencarian tim gabungan yang kini tengah meningkatkan pencarian terhadap korban. “Kalau jasad korban sudah ditemukan, kami pasti member kabar kepada keluarganya,” pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!