Begini Kronologi Korban Begal Hingga Dibuang di Karangkamulyan Ciamis

11/08/2016 0 Comments
Begini Kronologi Korban Begal Hingga Dibuang di Karangkamulyan Ciamis

Suripto (34), warga Dusun Mekarsari, Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, korban pembegalan kendaraaan, saat dimintai keterangan di Mapolsek Cijuengjing, Rabu (10/08/2016). Foto: Deni Supendi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Suripto (34), sopir mobil box angkutan barang, warga Dusun Mekarsari, Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengaku tidak menyangka akan menjadi korban perampokan dan pembegalan kendaraan. Pasalnya, saat aksi perampokan terjadi, di sepanjang perjalanan masih ramai kendaraan lantaran waktu masih sore atau sekitar pukul 18.00 WIB.

Suripto menceritakan, saat di perjalanan menuju pulang ke Cilacap setelah mengirim barang ke sebuah minimarket di Kota Banjar, Selasa (09/08/2016), mobilnya tiba-tiba dibuntuti oleh mobil avanza. Awalnya, dia tidak curiga. Tetapi, ketika memasuki daerah Cilacap, mobil avanza itu ternyata memepet mobilnya. [Berita Terkait: Mobil Dirampok, Korban Begal Ditemukan Tergeletak di Karangkamulyan Ciamis]

“Ada 5 orang yang menumpangi mobil avanza. Beberapa diantaranya turun dan menghampiri mobil saya. Orang itu memakai seragam polisi. Kemudian meminta saya menunjukan surat-surat kendaraan,” katanya, di Mapolsek Cijeungjing, Rabu (10/08/2016).

Setelah dirinya menunjukan surat-surat kendaraan, lanjut dia, orang yang mengaku petugas polisi itu langsung menegurnya. Karena pajak kendaraan mobilnya belum diperpanjang. “Polisi gadungan itu lantas meminta sejumlah uang. Kebetulan waktu itu uang saya tinggal hanya recehan. Saya katakan saja kepada mereka bahwa saya tidak mempunyai uang. Meski sudah bilang begitu, mereka tetap memaksa meminta uang,” ujarnya.

Karena dirinya tidak memberikan uang, kata Suripto, polisi gadungan itu lantas menyuruhnya untuk turun dari mobilnya. Setelah itu, tamba dia, mereka memintanya untuk masuk ke mobil avanza dengan alasan harus menemui atasannya.

“Saat masuk ke mobil avanza, ternyata mereka memukuli saya. Kemudian tangan saya diikat dan di sepanjang perjalanan menuju arah Banjar dipukuli lagi. Setelah beberapa jam ikut bersama mobil mereka, akhirnya saya dibuang di wilayah Ciamis. Waktu itu sekitar pukul 20.00 WIB,” terangnya.

Setelah dibuang di daerah Karangkamulyan Ciamis, lanjut Suripto, dirinya lantas ditolong oleh warga sekitar. “Alhamdulilah ada warga menolong saya. Kemudian polisi datang dan membawa saya ke sini (Mapolsek Cijeungjing),” pungkasnya. (Den/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!