Bupati Pangandaran: Akhir Agustus, Normalisasi Muara Sungai Citanduy Dimulai

13/08/2016 0 Comments
Bupati Pangandaran: Akhir Agustus, Normalisasi Muara Sungai Citanduy Dimulai

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Akibat sering banjir saat musim hujan, normalisasi dan pengerukan muara Sungai Citanduy yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat akan dilaksanakan pada akhir bulan Agustus 2016.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Jum’at (12/08/2016).  Menurutnya, anggaran untuk pengerukan dan normalisasi sepanjang 4,5 kilometer dengan lebar 300 meter dan kedalaman 2 meter berasal dari kementrian melalui swakelola (pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan, dikerjakan dan diawasi sendiri) oleh BBWS dengan nilai kurang lebih Rp. 12 miliar.

Sementara itu, pemicu banjir disebabkan oleh sedimentasi muara Sungai Citanduy yang sangat tinggi, mencapai 5 juta kubik setiap tahunnya, sehingga terjadi pendangkalan. Selanjutnya, akses tempat bertemunya air laut dan air sungai di daerah Pelawangan, yang disebut dengan segara anakan, semakin sempit.

“10 tahun kedepan ujung barat Nusakambangan dan ujung selatan bisa menyatu, estuaring bisa punah. Dulu pernah dilakukan sodetan, namun cara itu berdampak banyak masalah. Maka cara yang moderat yaitu daerah Palawangan dikeruk,” jelasnya kepada HR.

Daerah Pelawangan, lanjut Jeje, akan diperbesar supaya akses keluar masuk nelayan lebih mudah. Selain itu, pengerukan akan dilakukan setelah ijin prinsip dikeluarkan oleh Pemda Pangandaran.

“Tinggal masalah pembuangan kita sedang menunggu izin dari Menteri Kehutanan. Pasalnya,  disposal area (areal pembuangan) berada pada area perhutani yang mana banyak masyarakat beraktifitas disitu. Makanya kita akan komunikasi terlebih dahulu,” kata Jeje.

Lebih jauh, stasioner kapal keruk berkapasitas 5000 kibik yang dapat memisahkan antara lumpur dan air secara otomatis pada setiap keruknya, didatangkan langsung oleh BBWS. Selain itu, pengerukan akan dilakukan setiap tahun dan kapalnya berada di muara tersebut seumur hidup.

“Izin prinsip dan Amdal sudah kita selesaikan. Tinggal menunggu izin dari Menteri Kehutanan terkait disposal Area dilahan milik perhutani,” tutupnya. (Madlani/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!