Cegah Bahaya Narkoba, Puluhan Pemuda di Ciamis Ikuti Sosialisasi

14/08/2016 0 Comments
Cegah Bahaya Narkoba, Puluhan Pemuda di Ciamis Ikuti Sosialisasi

Elon Sutendi, Kepala Desa Purwadadi, saat memberikan pengarahan kepada puluhan pemuda tentang bahaya narkoba. Photo: Muhafid/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Komunitas Pemberdayaan Masyarkat Indonesia (KPMI) menggelar pelatihan program pencegahan bahaya destruktif narkoba berbasis pemuda pedesaan di Desa/Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Minggu (14/8/2016).

Aminah, Fasilitator Kecamatan Purwadadi, mengatakan, maraknya peredaran narkoba yang masuk ke berbagai elemen masyarakat, khususnya pemuda, menjadi keprihatinan bersama. Selain dampak negatif bagi kesehatan tubuh, narkoba juga merusak moral generasi penerus bangsa.

“Walaupun peredaran narkoba di kota besar cukup pesat, namun kami meyakini di pedesaan barang haram tersebut sudah beredar dikalangan pemuda. Dengan kegiatan ini, kami mengajak pemuda untuk bersama-sama mengetahui dampak bahaya narkoba, yakni bahaya untuk tubuh dan juga sanksi bagi pengguna,” ujarnya kepada HR Online, Minggu (14/8/2016).

Sampai saat ini, lanjutnya, masyarakat di pedesaan masih minim pengetahuan terkait narkoba. Meskipun ada mengetahui, namun banyak juga yang terjebak karena faktor pergaulan maupun gaya hidup yang dibawa dari kota. Dengan demikian, pemuda di desa perlu mendapatkan informasi utuh seputar bahaya narkoba.

“Untuk Kecamatan Purwodadi, kami melakukan sosialisasi kepada para pemuda yang tersebar pada 5 desa, yakni Desa Bantardawa, Desa Purwodadi, Desa Karang Paningal, Desa Purwajaya dan Desa Sidarahayu. Target kami adalah mengajak pemuda menjadi kader peduli bahaya narkoba. Artinya, mereka secara mandiri minimalnya tidak mengkonsumsi dan bisa memberikan pemahaman yang benar tentang narkoba. Pemuda Ciamis harus bebas dari bahaya narkoba” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Elon Sutendi, Kepala Desa Purwadadi, mengharapkan pengenalan terhadap bahaya narkoba kepada masyarakat dapat ditingkatkan. Soalnya, masyarakat di desa masih banyak yang belum paham soal bahaya narkoba, apalagi sanksinya.

“Kalau pengedar kan biasanya bisa dihukum berat sama pihak terkait. Tapi kalau pengguna kan perlu direhabilitasi. Nah, masyarakat belum sampai kesana, hanya segelintir orang saja yang tahu. Semakin sering kegiatan seperti ini, setidaknya pengetahuan masyarakat bertambah dengan harapan mereka bisa bebas dari narkoba,” kata Elon kepada HR Online. (Muhafid/R6/HR-Online)  

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!