Club Airsoft Gun Latihan ‘Perang’ di Buper Batulawang Banjar

18/08/2016 0 Comments
Club Airsoft Gun Latihan ‘Perang’ di Buper Batulawang Banjar

Club DTOM Airsofters Kota Banjar, photo bersama usai latihan di kawasan Bumi Perkemahan Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Airsoft gun merupakan jenis olahraga atau permainan yang mirip dengan situasi dalam peperangan. Para pemainnya harus menggunakan perlengkapan khusus untuk bermain airsoft gun, dan tempat atau areanya pun disetting sedemikian rupa hingga mirip seperti perang nyata, ada tempat berlindung dan ada pula tempat untuk menyerang.

Seiring dengan maraknya para penggemar airsoft gun, clubnya pun kini mulai bermunculan di wilayah Priangan Timur, seperti Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Kota Banjar.

Di Kota Banjar sendiri ada sebuah club airsoft gun. Club tersebut bernama Don’t Tread On Me (DTOM) Airsofters, yang artinya jangan injak/ganggu kami. Club yang berdiri pada 18 Agustus 2015 ini menggunakan lambang ular derik. Penggunaan gambar tersebut karena ular derik merupakan ular berbisa yang sangat berbahaya.

Club yang bermarkas di Jalan Tentara Pelajar, nomor 40 itu kini memiliki 20 orang anggota dan masing-masing anggota mempunyai unit airsoft gun. Tempat latihannya pun mereka lakukan di Gunung Babakan, Bumi Perkemahan Batulawang, dan tempat-tempat khusus yang telah disetting untuk bermain perang-perangan (game war).

Ketua DTOM Airsofters, Yoki Yogaswara, mengatakan kepada HR, Selasa (16/08/2016), bahwa dibentuknya club ini adalah untuk mempersatukan para penggemar atau penghobi airsoft gun, supaya dapat berbagi pengalaman dan melakukan hal-hal bermanfaat bagi masyarakat, club maupun diri sendiri.

Sementara itu, menurut salah satu anggota DTOM Airsofters, Aga Bachyan, bahwa saat ini banyak pemberitaan tentang airsoft gun yang sangat menyudutkan para airsofters. Hal itu akibat banyak terjadi tindak kriminal yang menggunakan senjata mirip pistol atau senjata laras panjang.

Bahkan, dalam pemberitaan tersebut sering disebutkan bahwa pelaku menggunakan senjata airsoft gun. Padahal menurut Aga, pelaku tersebut menggunakan airgun. “Itu sangat keliru, sebab yang sering digunakan oleh para penjahat adalah air gun yang dapat merusak karena menggunakan peluru dari besi atau timah,” jelasnya.

Aga menambahkan, airsoft gun tidak akan melukai ketika terkena pada tubuh orang karena pelurunya menggunakan peluru plastik berdiameter 6 milimeter dan berat 0,2 gram. Sedangkan air gun menggunakan peluru berbahan timah atau besi berukuran 4,5 milimeter, sehingga jika mengenai tubuh cukup mematikan.

“Permainan airsoft gun bisa dilakukan oleh siapa saja, namun tetap aturan dan prosedural harus ditaati. Walaupun bukan senjata, tapi harus tetap waspada, apalagi jika anak kecil yang memainkannya, maka anak tersebut harus tetap dalam pengawasan ora tua,” jelas Aga.

Anggota Club DTOM memiliki jadwal latihan setiap dua minggu sekali. Terkadang mereka pun melakukan latihan gabungan dengan club airsoft gun dari Tasikmalaya atau Ciamis.

Sementara itu, Heri Wahyudi (42), salah seorang warga Batulawang, mengaku dirinya pernah melihat Club DTOM berlatih di kawasan Bumi Perkemahan Batulawang. Menurut dia, permainan yang cukup menguras adrenalin ini sangat menyenangkan.

“Saat mereka latihan, jujur saja saya pun tertarik karena cara bermainnya pun mirip dengan perang sungguhan, ada strategi, penyerangan, dan penembakan, pokoknya seru,” ujar Heri. (Hermanto/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!