Dimotori Karang Taruna, Warga Kujangsari Banjar Upacara HUT RI Secara Mandiri

18/08/2016 0 Comments
Dimotori Karang Taruna, Warga Kujangsari Banjar Upacara HUT RI Secara Mandiri

Salah satu kegiatan dalam menyemarakan peringatan HUT RI di Desa Kujangsari, yakni lomba mewarnai tingkat PAUD dan TK yang digelar di aula Desa Kujangsari, Selasa (16/08/2016). Photo: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Desa Kujangsari Kecamatan Langensari, Kota Banjar, memilih tidak mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-71 di pusat pemerintahan kecamatan.

Pasalnya, dimotori Karang Taruna Bangkit dan lembaga desa lainnya, melaksanakan upacara peringatan secara mandiri di desanya. Hal itu pun tak lepas dari harapan warganya.

Ketua Karang Taruna Bangkit Desa Kujangsari, Mujianto, ketika ditemui HR, Rabu (17/08/2016), mengatakan, pihaknya selaku organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang sosial, wajib mendukung warga untuk melaksanakan upacara HUT RI secara mandiri yang sudah diinginkannya sejak beberapa tahun ke belakang.

Selain itu, untuk menyemarakannya, Karang Taruna Bangkit yang juga sebagai PHBN HUT RI Desa Kujangsari, menggelar serangkaian perlombaan dengan tema “Membakar api semangat kemerdekaan dalam menjaga dan melestarikan tradisi dengan kearifan lokal.”

“Jadi tak salah dengan upacara secara mandiri, warga begitu antusias memamerkan kreativitasnya, baik seni maupun budaya lokalnya,” kata Mujianto.

Bahkan, semua perlombaan yang digelar karang taruna mendapat simpati warga, seperti sepak bola mini, Lomba Cerdas Cermat (LCC), gerak jalan, pidato kemerdekaan, lomba mewarnai, refleksi dan orasi kemerdekaan, serta berbagai lomba lainnya.

Salah seorang warga dari kalangan pemuda, Muhamad Bakier, mengaku sangat mengapresiasi dengan terlaksananya upacara kemerdekaan RI secara mandiri di desanya. Selain ini merupakan dorongan atau kehendak warga, juga bisa dikatakan bagian semangat UU Desa, dimana membangun Indonesia itu dimulai dari desa.

“Jadi, mari mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif. Termasuk tak kalah penting tumbuhnya nasionalisme warga jangan sampai luntur. Perlu terus dibakar dan digelorakan,” tandas Bakier.

Kepala Desa Kujangsari, Siti Aisah, mengatakan, bahwa terlaksananya upacara HUT RI telah mendapatkan izin dari walikota dan Camat Langensari. Dia pun menyebutkan, bahwa kegiatan upacara secara mandiri ini anggarannya diperoleh dari hasil swadaya warganya.

“Tentu memiliki alasan digelarnya upacara secara mandiri di desa kami, yaitu untuk mengingatkan secara langsung tentang peristiwa kemerdekaan 1945,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Siti, pihaknya tidak ingin warganya, terutama kalangan muda sampai melupakan hari kemerdekaan bangsanya.

Sementara itu, Camat Langensari, Asno Sutarno, SP., MP., membenarkan, telah memberikan izin kepada Pemdes Kujangsari. Namun, tetap harus ada perwakilan dari desanya mengikuti upacara di tingkat kecamatan.

“Kami dorong desa untuk mampu melaksanakan upacara di tempatnya secara mandiri. Jadi kemungkinan untuk tahun depan, setiap desa dan kelurahan di Kecamatan Langensari sudah bisa melaksanakannya secara mandiri,” harapnya. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!