Kampoeng Ulin Course di Ciamis, Padukan Konsep Belajar dan Bermain

09/08/2016 2 Comments
Kampoeng Ulin Course di Ciamis, Padukan Konsep Belajar dan Bermain

‘Kampung Ulin Course’ di Dusun Rancagirang, Desa Rancah, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Permainan anak-anak zaman sekarang sepertinya lebih mengeksplorasi kemampuan individual, sehingga mereka menjadi kurang kreatif, anti sosial, serba mau cepat dan malas bergerak.

Permasalahan tersebut membuat para mahasiswa asal Rancah tergerak untuk mencoba membuat sebuah konsep tempat pembelajaran dengan memadukan antara belajar dan bermain.

Hilmi, mahasiswa asal Rancah, sekaligus penggerak ‘Kampung Ulin Course’, di Dusun Rancagirang, Desa Rancah, Kecamatan Rancah, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, mengatakan, pihaknya memadukan tempat kursus bahasa inggris dan matematika dengan memadukan edukasi dan kebudayaan sunda. Untuk menerapkan konsep pembelajaran itu dia mengadopsi moto ‘think global act local’.

Kepada Koran HR, Hilmi menjelaskan, di Kampoeng Ulin Course dia berusaha memperkenalkan berbagai edukasi alam. Antaralain, pengajaran tentang cara membuat kerajinan dari bangan bekas dan pengajaraan tentang budaya sunda.

“Pembelajaran efektif di Kampoeng Ulin Course dilaksanakan mulai dari Hari Senin sampai dengan Kamis. Sedangkan Hari Minggu, khusus untuk bermain dan belajar budaya lokal,” katanya.

Hilmi menegaskan, tujuan memadukan pembelajaran inggris dan matematika dengan budaya lokal supaya budaya lokal, khususnya budaya sunda, tidak tergerus jaman. Hal itu sesuai dengan moto think global act local atau berpikir global dan berprilaku lokal.

“Nantinya, generasi muda tidak kehilangan identitas mereka sebagai orang sunda,” katanya.

Di kampoeng ulin, lanjut Hilmi, anak-anak ataupun orang dewasa dapat belajar membuat ragam mainan dari daun kelapa serta bahan lainnya. Ada juga permainan tradisional, seperti boy-boyan, bebentengan dan enggrang.

“Permainan tradisional ini sarat dengan nilai-nilai luhur dan pengetahuan sehingga perlu dilestarikan,” ungkapnya. (Heri/Koran-HR) 

About author

Related articles

2 Comments

  1. Upi August 10, at 14:41

    it's great idea, think global n act local. Ciamis is natural place for playing traditional game. Sometime i'll visit kampoeng uling there is recomended for traveler.

    Reply

Leave a Reply