Kerap Terjadi Kecelakaan, Jalan Cijurey-Puloerang Banjar Menyimpan Cerita Mistik

04/08/2016 0 Comments
Kerap Terjadi Kecelakaan, Jalan Cijurey-Puloerang Banjar Menyimpan Cerita Mistik

Petugas polisi sedang melakukan olah TKP, pasca kecelakaan yang melibatkan pengendara motor dengan pejalan kaki yang terjadi di Jl. Raya Cijurey-Puloerang, tepatnya di Dusun Cijurey, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Menurut warga setempat, jalan tersebut memang menyimpan sejumlah misteri sehingga kerap terjadi kecelakaan. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kecelakaan lalu-lintas di Jl. Raya Cijurey-Puloerang, tepatnya di Dusun Cijurey, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat,  Selasa (26/07/2016) lalu, sekitar jam 07.15 WIB, yang melibatkan pengemudi motor bernama Nurhidayati (30), warga Dusun Sukaharja, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menbarak Karman (60), warga Dusun Cijurey, Desa Kujangsari, hingga meninggal di lokasi kejadian, ternyata menyimpan sejumlah misteri.

Biasanya, sebuah jalan menyimpan cerita misteri ketika sering terjadi hal-hal aneh, bahkan kecelakaan lalu-lintas, terutama saat malam hari. Namun, di Jl. Raya Cijurey-Puloerang banyak yang melihat sosok aneh justru pada siang hari.

Tati (37), salah seorang warga, mengatakan, berbagai macam cerita dan kejadian tentang misteri di jalan tersebut sering didengarnya. Misteri itu sering dikaitkan dengan kecelakaan lalu-lintas, yakni adanya penampakan sosok makhluk astral ketika ada kendaraan yang melintas.

“Untuk daerah sini, kecelakaan lalu-linta kalau saya hitung sudah ada tujuh kali lebih, belum di daerah Citangkolo karena memang satu jalur. Macam-macam kecelakaannya, beberapa kali memakan korban jiwa, seperti dialami Karman. Seringnya kecelakaan mungki setelah jalan ini bagus jadi pengendara terlena saat melaju. Namun, ada yang bilang sering muncul tiba-tiba seorang kakek atau nenek menggunakan baju hitam dan selendang hitam,” ungkapnya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Sosok makhluk halus yang menyerupai kakek dan nenek dengan memakai baju dan selendang hitam itu adalah sosok yang sering muncul sesaat sebelum kecelakaan terjadi. Bahkan, sosok itulah yang menjadi biang kerok kecelakaan.

Tati berkeyakinan, saat pengendara melaju di jalan tersebut dan tiba-tiba muncul sosok astral di hadapan mereka, tentu hanya ada dua kata untuk pengendara, selamat atau celaka.

“Ya saya mendapatkan pengakuan tersebut dari orang yang pernah mengalami kecelakaan di sini. Rata-rata mereka mengatakan karena munculnya sosok makhluk halus secara tiba-tiba. Satu lagi, kadang ada juga sosok anak kecil yang berlari-lari di sekitaran jalan, dan anak kecil itu adalah makhluk halus juga,” ujar Tati.

Tanggapan senada juga diungkapkan Opik (44), masih warga sekitar. Dia mengatakan, bahwa banyak orang yang membenarkan terkait beberapa kejadian misteri di jalan tersebut. Secara teknis, peristiwa kecelakaan memang banyak yang masuk akal, seperti menghindari jalan berlobang atau tidak adanya lampu penerangan jalan. Namun, makhluk astral juga turut andil dalam peristiwa nahas tersebut.

“Ini memang aneh, kalau kejadian kecelakaan malam hari karena melihat sosok makhluk ghaib itu sudah biasa. Tapi kalau di sini justru pada siang hari. Misalnya dulu ada pengendara motor sedang melintas di jalan ini, tiba-tiba dia membanting motornya ke arah kolam, padahal tidak ada apa-apa di depannya. Saya melihat kejadiannya, lalu saya tanya, ternyata pengendara tersebut menghindar karena melihat sosok ular sangat panjang,” tuturnya.

Opik juga menunjukkan, bahwa tidak jauh dari jalan tersebut ada sebuah tempat keramat. Menurut warga sekitar, tempat keramat memang dikenal angker. Selain itu, dirinya pun menduga sosok makhluk astral itu muncul dari daerah Gunung Sangkur yang akan turun gunung pada siang hari.

“Percaya atau tidak, itu hak masing-masing. Yang pasti sosok itu ada dan kerap menampakkan wujudnya dalam berbagai bentuk, seperti wujud ular panjang, anak-anak, kakek atau nenek yang memakai baju hitam dan seledang hitam. Meski begitu, jalan yang kerap memakan korban jiwa perlu ditopang pula dengan usaha kita, terutama pemerintah agar dapat meminimalisirnya, seperti jalan berlubang ya diperbaiki, jalan gelap ya dipasang PJU,” pungkas Opik. (Muhafid/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!