Kuota PBI JKN-KIS di Banjar Masih Tersisa 563 Jiwa

17/08/2016 0 Comments

Ilustrasi Kartu Indonesia Sehat. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kuota Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang bebas premi atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kota Banjar untuk tahun 2016, masih tersisa sebanyak 563 jiwa.

Namun, menurut Bidang Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Banjar, bahwa jumlah sisa warga miskin pemegang kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tersebut sudah terdaftar sebagai peserta mandiri.

“Mungkin karena ketidaktahuannya, sejumlah warga miskin pemegang Kartu Jamkesda itu sebelumnya telah mendaftar ke BPJS Kesehatan menjadi peserta mandiri. Tapi dalam perjalanannya mereka menunggak iuran,” kata Kabid. Sosial Dinsosnakertrans Kota Banjar, Hani Supartini, A.Ks, kepada Koran HR, pekan lalu.

Dengan demikian, maka pihaknya belum bisa memasukannya menjadi peserta PBI karena dalam sistem BPJS Kesehatan tidak bisa diakses, atau dengan kata lain tunggakan iuran bulanannya harus tetap dilunasi dulu oleh mereka.

Terlebih bila dipaksakan dimasukan sekarang menjadi peserta PBI, tentu Pemkot Banjar akan nombok untuk membayarnya. “Meski jumlah peserta PBI itu tersisa, namun cukup itu saja dulu atau tidak berubah, yaitu 3.771 jiwa,” kata Hani.

Sementara itu, hingga bulan Juli 2016, iuran 3.771 jiwa peserta PBI telah dibayarkan Pemkot Banjar ke BPJS Kesehatan. Dimana anggaran tersebut merupakan sharing anggaran APBD kota sebesar 60 persen dan dari APBD provinsi 40 persen.

“Namun saya sendiri tidak tahu persis total anggaran tahun 2016 untuk mendanai 4.334 jiwa tersebut. Cuma untuk tahun 2014, yakni saat awal pelaksanaan ada peserta PBI dianggarkan sebesar Rp.1 miliar,” terangnya.

Dia juga mengatakan, bahwa yang mengelola anggarannya adalah Dinas Kesehatan (Dinkes), sedangkan Dinsosnaker hanya mengelola di tataran data warga penerima PBI.

Meurut Hani, pihaknya hanya tahu kalau premi atau iuran peserta PBI yang dibayarkan Pemerintah Kota Banjar sejak awal 2016, mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp.19.225 menjadi Rp.23.000. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!