Normalisasi Sungai Citalahab Ciamis, Warga Kecewa Tanamannya Ditebang Sepihak

17/08/2016 0 Comments
Normalisasi Sungai Citalahab Ciamis, Warga Kecewa Tanamannya Ditebang Sepihak

Lagi-lagi warga Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, dikecewakan oleh rekanan penanggungjawab proyek normalisasi Sungai Citalahab. Pasalnya, tanaman serta pepohonan yang berada di sekitar lokasi proyek ditebang secara sepihak oleh pihak rekanan. Photo: Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Lagi-lagi warga Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, dikecewakan oleh rekanan penanggungjawab proyek normalisasi Sungai Citalahab. Pasalnya, tanaman serta pepohonan yang berada di sekitar lokasi proyek ditebang secara sepihak oleh pihak rekanan.

Terkait penebangan itu, Senin (08/08/2016) lalu, warga lantas mendesak Pemerintah Desa Kertahayu untuk meminta pertanggungjawaban dari rekanan yang terkesan tidak komunikatif dengan warga penggarap lahan.

Dasun, warga Kertahayuy, ketika ditemui Koran HR, Senin (08/08/2016), mengaku kecewa dengan sikap pihak pemborong yang seolah tidak mau mendengar keinginan warga pemilik pepohonan yang tumbuh di tepi sungai.

“Meski ini dikatakan tanaman di tanah harim, namun saya tetap merasa kecewa ketika pepohonan milik saya ditebang tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Apalagi saya menanamnya di lahan yang ada SPPT atas nama saya sendiri,” ujarnya.

Senada dengan itu, Usiah, warga lainnya, mengeluhkan sikap pihak rekanan yang tekesan acuh dengan permohonan warga. Padahal menurut dia, pertemuan antara warga dan rekanan sudah digelar sebanyak tiga kali.

“Kami mengajukan permohonan untuk biaya ganti rugi tanaman, namun  pihak pemborong tidak pernah mau tahu. Bahkan secara tiba-tiba, tanpa pemberitahuan, tanaman kayu kami ditebang. Kami sengaja datang ke kantor desa untuk meminta ketegasan akan hak kami terkait persoalan yang kini terjadi,” ujarnya.

Pantauan HR di lapangan, puluhan warga yang datang ke Kantor Desa Kertahayu semakin merasa kecewa ketika pihak rekanan (pemborong) tidak datang untuk menemui mereka. warga yang terkadung merasa kecewa tersebut akhirnya membubarkan diri setelah diberi pengertian oleh Aparat Desa, BPD Babinsa dan Babinmas.

Ketua BPD Desa Kertahayu, Ude Kardi menyayangkan sikap pihak rekanan yang enggan mendengar ajuan dari warganya. Padahal, warga hanya meminta kompensasi ganti rugi tanaman yang ditebang pihak rekanan.

“Mestinya dia (rekanan) datang untuk menemui warga. Bukannya dia (rekanan) yang mengundang warga untuk sosialisasi. Dipinta untuk datang menemui warga pun kini dia tidak datang,” ujarnya.

Kepala Desa Kertahayu, Apandi, juga menyayangkan sikap pihak rekanan yang tidak komunikatif dengan warga. Awalnya, dia juga berharap pihak rekanan memberikan penjelasan kepada warga.

“Jangan sampai karena masalah ini, pihak desa yang terus disudutkan oleh warga. Apalagi saat ini warga menuding pihak desa ada main dengan pihak rekanan. Padahal pihak desa juga hanya diberi surat pemberitahuan saja,” katanya.

Apandi menjelaskan, proyek normalisasi Sungai Citalahab dikerjakan oleh CV. Wibowo Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp. 178.288.000. Sumber anggarannya dari APBD Kabupaten Ciamis melalui Dinas Binamarga Sumber Daya Air Energi dan Sumber Daya Air.

“Proyek ini seharusnya mendapatkan pengawasan yang serius dari berbagai pihak. Karena selain merugikan warga sekitar, pelaksanaan proyek itu juga tidak profesional. Padahal, SPK pekerjaan yang tertuang dalam perjanjian kontrak pada tanggal 02 Juni 2016. Tapi dalam kenyataannya pihak rekanan baru memulai pekerjaannya di awal Bulan Agustus 2016,” katanya.

Pengawas Sungai dari UPTD Binamarga wilayah Banjarsari, Ako, saat ditemui Koran HR di lokasi pekerjaan, Senin (08/08/2016), mengaku kaget dengan adanya tuntutan warga yang belum diselesaikan pihak rekanan.

“Kami kira urusan dengan warga sudah selesai. Kami juga kecewa dengan pihak rekanan yang tidak mengindahkan konsekuensi perjanjian kontrak. Kami juga sudah berulang kali memberikan teguran kepada rekanan, bahkan pernah memanggilnya ketika normalisasi belum juga dimulai,” katanya. (Suherman/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!