Pendirian Toko Modern di Parigi Ilegal, DPRD Pangandaran Minta Pemda Bertindak

03/08/2016 0 Comments
Pendirian Toko Modern di Parigi Ilegal, DPRD Pangandaran Minta Pemda Bertindak

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran, menyayangkan masih adanya pembangunan toko modern di Dusun Cijoho, Desa/Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Pasalnya, kuota untuk toko modern di wilayah Kecamatan Parigi sebanyak 8 titik sudah habis.

Bahkan, Bupati Pangandaran pun pernah menyatakan sikap akan melakukan moratorium terhadap pendirian toko modern. Namun, sampai saat ini masih ada pengusaha waralaba yang mendirikan bangunan untuk toko modern.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran, Yenyen Windiani, mengatakan, pihaknya berharap pemerintah daerah bersikap tegas dengan melakukan upaya penindakan kepada pengusaha yang tidak mengindahkan aturan yang berlaku. Karena sudah jelas tidak ada izin dari BPPTPM Pangandaran, dan menyatakan toko modern atau waralaba tersebut ilegal.

“Saya minta kepada Kepala BPPTPM untuk tegas. Kalau memang itu ilegal dan tidak ada izinnya segera proses sesuai aturan, karena sudah jelas bupati juga menyatakan moratorium terhadap pendirian toko modern di Kabupaten Pangandaran ini,” tandas Yenyen, Rabu (03/08/2016).

Sesuai dengan arahan dan komitmen bupati, sudah seharusnya SKPD terkait menjalankan apa yang menjadi keinginan bupati sebagai kepala daerah untuk memoratorium pendirian toko modern di manapun adanya. Apalagi kuotanya sudah jelas habis berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2015.

Untuk itu, lanjut Yenyen, pihaknya minta pemerintah daerah menegakan regulasi, terkait toko modern atau waralaba ini. Sebab, dengan menjamurnya pembangunan toko modern akan berimbas pada pedagang tradisional yang akan kalah bersaing, dan dipastikan bisa merugi.

“Pemerintah daerah dalam hal ini BPPTPM, harus segera memohon kepada Satpol PP sebagai petugas Penegak Perda, untuk menutup atau memberhentikan pembangunan toko modern tersebut,” tegasnya. (Madlani/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!