Relokasi Kafe dan Lokasi Surfing di Pantai Pangandaran Menuai Protes

24/08/2016 1 Comment
Relokasi Kafe dan Lokasi Surfing di Pantai Pangandaran Menuai Protes

Deretan sejumlah kafe di kawasan pantai barat Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Kabupaten Pangandaran semakin serius menata wilayahnya menjadi tujuan wisata dunia melalui penataan pantai Pangandaran. Sebelumnya, relokasi 100 pedagang di Pantai telah dilaksanakan, kini tinggal giliran puluhan kafe yang akan direlokasi.

Berdasarkan informasi yang diterima HR, sebanyak 11 kafe yang berada di pantai barat dan pantai timur Pangandaran akan direlokasi ke samping lokasi Sentra Kuliner Pangandaran di Pamugaran Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran.

Namun begitu, rencana relokasi kafe dan lokasi surfing itu tampaknya menuai protes. Seperti yang diutarakan perwakilan pemilik kafe Bayu dari kafe bamboo beach bar. Menurutnya, para pemilik kafe siap direlokasi, akan tetapi meminta waktu untuk mengumpulkan modal terlebih dahulu.

“Saat pengunjung ramai, tentu kita bisa kumpulkan dana untuk relokasi. Jadi kalau boleh, kami minta waktu,” ujarnya, kepada Koran HR, usai sosialiasasi di Aula Kecamatan Pangandaran, Selasa (23/8/2016).

Sedangkan bagi Randy Akbar, pengurus Komunitas Surfing Pangandaran, mengaku keberatan jika direlokasi ke blok Pamugaran yang mana daerah tersebut merupakan zona terlarang untuk berenang.

“Kalau kami dipindahkan, Pemkab juga harus siap menjamin keselamatan wisatawan. Soalnya 90 persen wisatawan asing datang kesini karena adanya surfing. Nah kalau bisa jangan jauh-jauh tempatnya dan jangan buru-buru,” harapnya.

Dukungan relokasi kafe datang dari Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi. Dia mengatakan proses relokasi bertujuan bukan untuk mematikan usaha, akan tetapi justru meningkatkan pariwisata di Pangandaran yang berimbas pada penghasilan pemilik kafe.

“Mudah-mudahan pemilik kafe bisa mendukung program pemerintah dengan cara memongkar bangunannya sendiri tanpa ada pembongkaran secara paksa,” pungkasnya. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

1 Comment

  1. Abdul February 22, at 18:42

    di mata saya itu rencana relokasi ke pamugaran ga ekonomis trus ga sozial.skya pemkab Pngdaran mikiran tipis?.ato pemkab Pngandaran punya ihklas aja buat pemilikan Hotel yng org dompet senyum trus.maaf y tpi gmna?? klo relokasi ke kulon tmpat pamugaran jauuuuu, terus disana sbtulnya dilarang brnang.ulaken sangat kuat kena ombak2 yng kede.yah alloh. itu bahayar gede.buat org asli sma org bule.trus gmna??kebanyakan wisata bule sma wisata lokal suka cuci mata di jln tol wetan arah jaga alam yng gampang jalan kaki dkat tempat nginab.tpi siapa mau dolan2 jau ke pamugaran batasan sidamuli???????????????tempat itu strategis ga bagus lah.buat mas rendi sma mas bayu sma ibu maya sma pemilik kafe lain jadi dompet keronis kanker.kebanyakan wisata bule sma wisata lokal suka minum sampai sdikit mabuk,krnakan ga jau jalan kaki nyang tempat nginab.trus kebanyakan bule dah protes kena mafia ojek sma mafia bejak. '' aduh mas abdul tpi kabok pangandaran sebab banyak penipuhan.Harga2 jau beda buat bule maha tpi buat org asli murah. fuck.l,skya ada mafia di siti ''' itu berkata bule2 sring klo aku ngombrol2. Yah itu ide relokasi skya relokasi kuda di perapatan jalan.

    Reply

Leave a Reply