Usulan Raperda Penanggulangan Kemiskinan Dicabut, Begini Kata DPRD Banjar

20/08/2016 0 Comments
Usulan Raperda Penanggulangan Kemiskinan Dicabut, Begini Kata DPRD Banjar

Ilustrasi Kemiskinan. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Banjar, Mujamil, menyatakan, bahwa Raperda penanggulangan kemiskinan pernah diusulkan eksekutif dan masuk dalam program legislasi daerah (Prolegda) pada tahun 2015 lalu. Namun dicabut kembali dengan alasan kurang jelas.

“Raperda tersebut belum sempat dibahas oleh panitia khusus karena dicabut dalam Prolegda tahun 2015. Saya sendiri kurang mengerti alasan pencabutannya itu,” ucapnya, kepada Koran HR, Rabu (17/08/2016) lalu.

Hanya saja, kata Mujamil, berdasarkan OPD terkait yang mengusulkan Raperda itu, dalam analisa DES tidak diakomodir penganggarannya. Selain itu, naskah akademiknya pun belum siap.

Untuk itu, pihaknya berharap dan mendorong agar Raperda tersebut bisa segera diusulkan dan dimasukkan kembali dalam Prolegda. Sebab, keberadaan Perda Penanggulangan Kemiskinan sangat dibutuhkan.

Menurut Mujamil, dengan memiliki perda tersebut membuktikan bahwa Pemkot Banjar serius menangani kemiskinan. Adanya Perda Penanggulangan Kemiskinan juga akan memberikan amanat yang jelas, terkait seberapa besar penyisihan anggaran dari PAD Kota Banjar untuk penanggulangan kemiskinan.

“Soalnya ditenggarai masih ada warga miskin yang tak tertanggulangi program bantuan sosial, sementara yang dianggap mampu malah menerimanya. Untuk itu, peran setiap OPD dalam mengentaskan kemiskinan dituntut lebih maksimal. Tidak terjadi saling tuding-menuding dan menyalahkan,” tandasnya.

Dengan demikian, maka Dinas Sosial, BPS maupun Bappeda, harus memiliki dan membuat data yang jelas, akurat dan terbaru tentang jumlah warga miskin, serta mempunyai standarisasi warga miskin.

Hal itu sangat penting agar segala program bantuan kemiskinan, baik dari kota maupun pusat, tidak salah sasaran dan efektif. “Jika tak memiliki data akurat, akan tahu dari mana jumlah warga miskin Kota Banjar ini menurun atau bertambah. Pemkot Banjar mesti memliki target penurunan jumlah kemiskinan per tahunnya,” pungkas Mujamil. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!