Warga di Sindangkasih Ciamis Ini Belum Sadari Pentingnya Berkoperasi

23/08/2016 0 Comments
Warga di Sindangkasih Ciamis Ini Belum Sadari Pentingnya Berkoperasi

Ilustrasi Koperasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Mahasiswa Universitas Galuh peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukasenang, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, menilai warga Sukasenang belum sepenuhnya menyadari pentingnya berkoperasi.  

Yogi Sugami, peserta KKN, ketika ditemui Koran HR, di sela kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang perkoperasian dan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di Aula Desa Sukasenang, belum lama ini, membenarkan hal itu.

Kepada Koran HR, Yogi menegaskan, penyuluhan perkoperasian tersebut sengaja digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya koperasi dan pemberdayaan UKM. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan anggota binaan Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) Rancamaya.

Pihaknya berharap penyuluhan perkoperasi yang diisi oleh pemateri dari Dinas Perkoperasian Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) dan Dosen Fakultas Ekonomi Univesitas Galuh itu menjadi motivasi bagi masyarakat desa Sukasenang untuk mendirikan koperasi.

Lebih lanjut, Yogi menuturkan, koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia. Menurut Yogi, dengan menjadi anggota koperasi, masyarakat dari golongan menengah ke bawah bisa hidup dengan makmur. Pasalnya, koperasi didirikan dengan azas kekeluargaan. Dengan kata lain, apa yang menjadi kesulitan satu anggota, akan dibantu oleh anggota- lainnya.

“Sebagai manusia, kita tidak mungkin hidup sendirian, pasti kita membutuhkan bantuan dari orang lain,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Sukasenang, Darus Salim, mengatakan bahwa masyarakat Desa Sukasenang sebenarnya sudah memahami dan mengerti tentang perkoperasian. Pihaknya juga tidak menyangkal selama ini sebagian masyarakat banyak yang sudah tergantung dengan bank harian keliling.

“Masyarakat pelaku usaha kecil dan menengah sebenarnya sudah tahu. Tapi yang selama ini menjadi kendala masyarakat adalah permodalan,” katanya. (Deni/Koran-HR)  

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!