Warga Terdampak Pembangunan Trotoar di Banjar Tuntut Ganti Rugi

03/08/2016 0 Comments
Warga Terdampak Pembangunan Trotoar di Banjar Tuntut Ganti Rugi

Lokasi proyek pembangunan trotoar sepanjang 300 meter di Lingkungan Langen, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Warga yang tinggal di Lingkungan Langen, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, terancam tak akan mendapat ganti rugi dari proyek pembangunan trotoar sepanjang 300 meter di tahun anggaran 2016 ini. Pasalnya, Bidang Cipta Karya DCKTLH Kota Banjar, hanya akan memperbaiki pagar rumah warga yang terdampak saja.

Meski begitu, namun warga tetap meminta ganti rugi. Seperti dikatakan H. Agus, salah seorang warga setempat. Menurutnya, warga seharusnya mendapat ganti rugi atau minimal ada perhatian secara win-win solution.

“Tanah warga yang terkena dampak proyek pembuatan trotoar bukan hanya diperbaiki pagar rumahnya saja, tapi harus ada kejelasan ganti ruginya. Ya win-win solution lah,” katanya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Intinya, lanjut Agus, warga meminta keadilan dan berharap tidak dibeda-bedakan. Dia mencontohkan, dulu saat pembangunan flyover, warga terdampak di lokasi tersebut memperoleh penggantian.

“Kenapa kami tidak mendapatkannya. Pokoknya keberatan jika tanah kami kena proyek trotoar, tapi tak ada kejelasan penggantiannya,” tandasnya.

Agus juga mengatakan, bahwa warga merasa keberatan bukan berarti tidak mendukung pembangunan dan penataan wilayah Kecamatan Langensari, namun pemerintah pun perlu ada upaya saling menguntungkan atau tidak merugikan warga setempat.

Salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Muktisari, Dede Sukur, menambahkan, atas keberatan warga tersebut, maka Bidang Cipta Karya harus bisa memberikan penjelasan kembali agar warga benar-benar faham.

“Harus ada penjelasan kembali secara detail, tanah siapa dan bagaimana yang mendapat penggantian. Takutnya ada tanah milik pemerintah, tapi warga minta ganti rugi. Nah, ini harus diberi pemahaman,” ujarnya.

Jika memang pada waktu pelaksanaan nanti benar-benar ada tanah warga yang kena proyek, maka hal itu bisa diselesaikan di luar forum sosialisasi. Untuk itu, Bidang Cipta Karya perlu melakukan pendekatan persuasif terhadap warga tersebut. “Insya Alah, warga akan memberikannya,” kata Dede Sukur.

Sementara itu, PPTK Proyek Kegiatan DCKTLH Kota Banjar, Tantri Kurniawati, menjelaskan, bahwa pihaknya tetap tidak bisa merealisaskan keinginan atau tuntutan warga saat ini, sebab harus mengkoordinasikan dan melaporkan kepada pimpinannya.

“Yang jelas, dalam perencanaan proyek trotoarisasi dan pembangunan drainase ini tidak ada ganti rugi biaya terhadap warga yang terkena dampak. Tapi akan ada penggantian pembuatan pagar rumah yang kena proyek,” terangnya.

Dia juga mengatakan, dalam hal ini pihaknya berharap warga bisa mengikhlaskan bila ada sedikit tanah warga yang terkena pembangunan proyek trotoar. Karena, pada akhirnya pembuatan trotoar itu untuk kemajuan pembangunan di wilayah Kecamatan Langensari, dan tentu manfaatnya pun akan dirasakan bersama.

Tantri menyebutkan, bahwa proyek trotoarisasi dan drainase yang dikerjakan CV. Cita Sarana di depan Kantor Kelurahan Muktisari sepanjang 300 meter, menelan biaya senilai Rp.911 juta, dengan kalender kerja selama 150 hari.

Terkait masalah tersebut, Lurah Muktisati, Feri Angga Kostradini, mengharapkan kepada warga terdampak supaya dapat memahami apa yang disampaikan Bidang Cipta Karya, sekaligus mendukungnya.

“Mohon ini ada kesamaan persepsi, terutama warga terdampak. Terlebih segala proyek pembangunan tujuannya untuk kepentingan bersama,” harapnya.

Jika memang masih ada warga yang keberatan atas tuntutan ganti rugi, Feri meminta pihak DCKTLH dapat mengkoordinasikan kembali dan menyelesaikannya sebaik mungkin. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!