Bappeda Ciamis Tindaklanjuti Hasil Evaluasi KSCT Agropolitan

13/09/2016 0 Comments
Bappeda Ciamis Tindaklanjuti Hasil Evaluasi KSCT Agropolitan

Ilustrasi Lumbung Padi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ciamis, saat ini tengah mengupayakan sumber pendanaan baik bersumber dari APBN, APBD Provinsi, CSR dan Perbankan. Sumber pendanaan itu rencananya diproyeksikan untuk pengembangan agrobisnis di Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) Agropolitan dan Lumbung Padi di Kabupaten Ciamis. 

Kepala Bappeda Kabupaten Ciamis, Drs. H. Kusdiana, MM, didampingi Kepala Bidang Perekonomian, Asep Khalid Fajari, S.IP, belum lama ini mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap realisasi kegiatan di KSCT agropolitan dan lumbung padi.

Dalam evaluasi itu, Asep menjelaskan, kendala yang dihadapi dalam kegiatan di KSCT agropolitan dan lumbung padi antaralain, pertama; rendahnya kualitas sumber daya manusia. Kedua; belum sinergisnya intervensi kegiatan secara menyeluruh. Ketiga; masih rendahnya peran dan dukungan dari masyarakat. Dan keempat; masih dominannya peran tengkulak dalam memegang mata rantai pemasaran dan modal.

“Dan upaya yang perlu dilakukan dalam menyelesaikan beberapa masalah tersebut antaralain yaitu dengan mengupayakan sumber pendanaan,” kata Asep, kepada Koran HR, pekan lalu.

Selain itu, Asep menambahkan, menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia dan Balitnak Bogor untuk melakukan peningkatan kemampuan SDM pelaku usaha bidang peternakan, terutama di sektor hilir. Kemudian melakukan koordinasi lintas sektor dalam rangka intervensi kegiatan yang mendukung pengembangan kawasan agropolitan.

Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) Agropolitan dan Lumbung Padi tahun Anggaran 2016, yang digelar di Aula Adipati Angganaya Bappeda Ciamis, beberapa waktu lalu. Photo : Dokumentasi Bidang Perekonomian Bappeda Ciamis

Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) Agropolitan dan Lumbung Padi tahun Anggaran 2016, yang digelar di Aula Adipati Angganaya Bappeda Ciamis, beberapa waktu lalu. Photo : Dokumentasi Bidang Perekonomian Bappeda Ciamis

Selanjutnya, kata Asep, pembinaan bagi masyarakat tani agar mau menerapkan teknologi. Mengembangkan lokasi dan menjual hasil produksi ke lembaga pemasaran seperti Stasiun Terminal Agribisnis (STA). Optimalisasi peran penyuluh dalam menindaklanjuti setiap kegiatan yang sudah dilaksanakan. Terakhir, menumbuhkembangkan kemandirian para pelaku utama dan pelaku usaha.

Pada kesempatan yang sama, Asep mengulas kembali soal tujuan rapat koordinasi pengembangan agrobisnis di KSCT Agropolitan dan Lumbung Padi Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran 2016 yang digelar di Aula Adipati Angganaya Bappeda Ciamis, beberapa waktu lalu itu.

Menurut Asep, rapat yang digelar bersama Pokja Pengembangan Agrobisnis tersebut ditujukan untuk mengevaluasi program kegiatan yang dilaksanakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam merealisasikan serta mendukung pencapaian pengembangan agrobisnis di KSCT Agropolitan dan Lumbung Padi.

Asep menegaskan, kawasan strategis lumbung padi sudah ditetapkan melalui Perda Nomor 15 tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Ciamis tahun 2011 sampai 2031. Kawasan itu meliputi wilayah Kecamatan Lakbok, Purwadadi dan Banjarsari.

Sedangkan lokasi kawasan agropolitan, Asep menambahkan, merujuk pada Peraturan Bupati Nomor 31 Tahun 2012 tentang Pengembangan KSCT Agropolitan Kabupaten Ciamis terdiri dari 5 kecamatan, yaitu meliputi Kecamatan Panumbangan, Cihaurbeuti, Panjalu, Lumbung dan Sukamantri. (Deni/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!