BP3AKB Jabar Minta Banjar Perkuat Ketahanan Keluarga

29/09/2016 0 Comments
BP3AKB Jabar Minta Banjar Perkuat Ketahanan Keluarga

Yuyun Tedjasumekar (tengah), Kasubid Kesejahteraan Keluarga BP3AKB Jawa Barat. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Jawa Barat mengaku terkejut mendapatkan laporan kejadian pelecehan seksual terjadi di Kota Banjar beberapa waktu lalu.

Kejadian memilukan tersebut membuat sejumlah elemen masyarakat maupun pemerintah daerah hingga provinsi melakukan gerakan konsilidasi penanganan kasus kejahatan seksual.

“Saya mendengar pada saat yang bersamaan di Jawa Barat kejadian pelecehan seksual ada di Bogor dan di Banjar. Hal tersebut membuat kami harus terus memperkuat konsolidasi ke daerah-daerah agar bisa diminimalisir,” ujar Yuyun Tedjasumekar, Kasubid Kesejahteraan Keluarga BP3AKB Jawa Barat, kepada Koran HR usai Sosialisasi Perda penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga di Graha Banjar Idaman (GBI), Rabu (28/9/2016).

Menurutnya, adanya kejahatan seksual yang terjadi di berbagai daerah merupakan rapuhnya ketahanan keluarga yang seharusnya menjadi benteng utama melindungi anggotanya dari berbagai ancaman.

“Kita harus prioritaskan fungsi keluarga secara optimal. Kejahatan seksual yang dilakukan pelaku, rata-rata akibat pendidikan serta kasih sayang yang kurang dari keluarga. Sedangkan korban, perlu mendapat perlindungan serta pemulihan psikologi dari pemerintah maupun dukungan keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, ia berharap semua elemen yang ada di daerah Jawa Barat bersama-sama melakukan upaya pencegahan kejahatan seksual dengan memfungsikan keluarga sebagai garda terdepan melindungi anak-anak maupun perempuan.

“Kasus di Banjar jangan sampai terulang lagi. Kita berharap ada semacam Peraturan Daerah (Perda) turunan dari Provinsi Jawa Barat, yakni Perda No 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga agar bisa dijadikan pijakan dalam membentengi generasi kita dari kejahatan seksual,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Dra. Hj. Ani Rukmini, M.I.Kom., Fasilitator Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) BP3AKB Jawa Barat, menegaskan semua permasalahan yang berkaitan dengan kejahatan terhadap anak maupun perempuan baik seksual maupun fisik perlu ditanggulangi dengan regulasi yang memihak pada penguatan ketahanan keluarga.

“Semua itu bersumber dari keluarga. Banyak sekali pelaku kejahatan itu ketika dilihat dari latar belakang kelurga merupakan keluarga yang bermasalah seperti cerai, ditinggal orang tua bahkan mendapat perlakuan kasar dari keluarga. Kita harus beangkat dari penguatan keluarga,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, fungsi agama, pendidikan serta fungsi sosial dalam keluarga bisa memberikan dampak baik pada perilaku anak, baik dalam keluarga maupun pergaulan dengan masyarakat.

“Semoga semua permasalahan yang berangkat dari keluarga bisa teratasi dan daerah kita tidak ternodai oleh perilaku yang menyimpang dari aturan maupun agama,” tutupnya. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!