(Cerita di Situs Karangkamulyan Ciamis) Peziarah Dicekik Saat Ritual Pesugihan

06/09/2016 0 Comments
(Cerita di Situs Karangkamulyan Ciamis) Peziarah Dicekik Saat Ritual Pesugihan

Salah satu situs peninggalan sejarah di Cagar Budaya Ciungwanara Karangkamulyan, di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Istimewa/net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Peziarah yang datang ke Situs Cagar Budaya Ciaungwanara Karangkamulyan, di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, tampaknya tak sedikit yang memiliki niat untuk melakukan ritual pemujaan atau pesugihan. Ritual pemujaan itu dengan maksud ingin mendapat kekayaan yang diperoleh secara gaib.

Bahkan, tak sedikit paranormal dari berbagai daerah yang menyuruh pasiennya untuk mendatangi situs Karangkamulyan sebagai salah satu tempat ritual pemujaan. Mereka meyakini, di situs tersebut terdapat kekuatan gaib yang bisa membantu seseorang untuk memuluskan keinginannya, terutama untuk mencapai kekayaan duniawi. [Berita Terkait: (Cerita di Situs Karangkamulyan Ciamis) Mitos Hewan Mati dan Foto Selfi]

Namun demikian, tak ada satupun peziarah yang sanggup menyelesaikan ritual bertapa saat melakukan serangkaian proses pemujaan. Konon, mahluk halus di kawasan situs tersebut murka apabila ada orang yang melakukan ritual pemujaan.

Keterangan itu disampaikan Juru Kunci Situs Ciungwanara Karangkamulyan, Perdi, saat berbincang dengan Koran HR, di rumahnya, beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, dirinya selalu melarang apabila peziarah ingin melakukan ritual pemujaan di kawasan situs Karangkamulyan. Selain ritual itu termasuk bentuk pantrangan, kata dia, juga apabila menilik ke pangalaman sebelumnya tidak pernah ada satupun orang yang sanggup menyelesaikan ritual bertapa di situs Karangkamulyan.

“Pernah ada orang dari Bekasi datang ke area situs dan meminta ijin untuk melakukan ritual bertapa pemujaan dalam beberapa hari. Waktu itu saya larang dan juga dijelaskan bahwa melakukan ritual itu merupakan pantrangan. Tapi, orang itu tetap ngotot dan memaksa serta menjamin tidak akan terjadi apa-apa pada dirinya,”katanya.

Karena terus ngotot, lanjut Perdi, akhirnya dia mengalah dan mempersilahkan orang itu melakukan niatnya. Hanya, dia berpesan agar tidak merusak area cagar budaya dan lingkungan di sekitar situs.

“Jam 7 malam dia memulai melakukan ritual bertapa. Ternyata, selang dua jam kemudian, orang itu berteriak minta tolong. Katanya ada mahluk yang mencekik lehernya. Setelah dibantu, kemudian orang itu menghentikan proses ritualnya dan mengaku kapok,” katanya.

Perdi pun mengaku heran banyak paranormal dari berbagai daerah yang merekomendasikan kepada pasiennya agar melakukan ritual pemujaan di situs Karangkamulyan.

“Yang datang ke sini dengan maksud melakukan pemujaan bukan satu atau dua orang, tetapi banyak. Saya selalu tegas melarang agar tidak melakukan ritual itu kalau ingin selamat. Memang banyak orang yang mendengar pesan saya dan mengurungkan niatnya melakukan pemujaan,” terangnya.

Menurut Perdi, orang yang melakukan ziarah ke situs Karangkamulyan biasanya bertujuan untuk mengetahui sejarah Ciungwanara atau melakukan doa untuk para arwah leluhur. “Nama Karangkamulyan artinya tempat yang dimuliakan. Mulyan itu artinya kemuliaan. Makanya, di area situs tidak boleh melakukan ritual kemusrikan atau ritual yang mengundang jin atau setan,” ujarnya.

Perdi mengatakan, area situs Karangkamulyan sebaiknya digunakan untuk tempat rekreasi alam atau untuk mengetahui sejarah Ciungwanara dan Kerajaan Galuh. “Jadi, jangan sekali-sekali melakukan ritual kemusrikan di kawasan situs,” imbuhnya. (Bgj/Bersambung/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!