DPRD: Penataan Kawasan Pantai Pangandaran Harus Perhatikan Kearifan Lokal!

19/09/2016 0 Comments
DPRD: Penataan Kawasan Pantai Pangandaran Harus Perhatikan Kearifan Lokal!

Kawasan Objek Wisata Pasir Putih Pantai Pangandaran. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Rencana penataan kawasan wisata Pantai Pangandaran yang terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Pangandaran mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Fraksi PAN, Muhrodin Susilawan.

Rencana anggaran sebesar Rp. 100 miliar oleh Pemkab Pangandaran yang akan digelontorkan untuk penataan tersebut, selain melibatkan tenaga ahli dan akademisi, ia meminta konsep yang dipadukan tidak menghilangkan kearifan lokal.

“Saya sangat setuju niatan tersebut. Namun, kearifan lokal seperti kuliner fresh seafoodnya harus dijaga, budaya tradisionalnya didorong,” ujarnya kepada Koran HR, pekan lalu.

Selain itu, ia berharap Bupati dapat mencari dan mengeluarkan ikon asli Pangandaran, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH). Menurutnya, dengan RTH yang menjadi ciri khas akan membuat tamu yang datang bisa menikmati Ikon Pangandaran.

“Pangandaran itu sudah masuk dalam buku pemandu (Guid Book) disetiap negara karena keindahan dan keasriannya. apalagi bila ditambah dengan konsep yang tepat, saya yakin Pangandaran lebih mendunia,” papar Muhrodin yang juga mantan Pramuwisata (guid) berlisensi asli Pangandaran.

Dia menilai, peran penting agen tour and travel akan lebih mendorong percepatan tingkat kunjungan wisatawan yang dibantu oleh para Pemandu atau Pramuwisata. Dengan hal tersebut, dalam mempromosikan kepada wisatawan ditawarkan dalam 1 paket serta bisa dipelajari melalui dunia maya.

“Prilaku petani dan nelayan perlu kita dorong. Selain ditunjang melalui seni dan budaya,  pramuwisata handal juga bisa kita ambil dari luar melalui kerjasama agen travel,” ucapnya.

Muhrodin berharap, pramuwisata harus diperhatikan kualitas dan kuantitasnya oleh dinas terkait.

Ia meminta pramuwisata dapat menguasai potensi Pangandaran yang dijadikan sebagai tempat study tour serta tempat observasi baik biografi maupun geologinya.

“Kita memiliki sekitar 80 Pramuwisata yang sudah berlisensi. Ini peluang Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Pangandaran, untuk peningkatan kapasitasnya, kita prioritaskan Pramuwisata lokal dengan tindak lanjut yang diajukan kepada dinas terkait,” pungkasnya. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!