Enam PGOT di Banjar Terjaring Razia Gabungan

30/09/2016 0 Comments
Enam PGOT di Banjar Terjaring Razia Gabungan

Enam orang pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang terjaring razia gabungan saat didata dan sekaligus dilakukan pembinaan oleh petugas di Mako Satpol PP Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Jajaran Satpol PP Kota Banjar, Dinsosnaker, dan Satreskrim Polresta Banjar, Jum’at siang tadi (30/09/2016), menggelar razia pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT). Dalam razia tersebut, petugas berhasil menjaring enam PGOT.

Razia yang dimulai pukul 13.00 WIB ini, pertama menyusuri areal Terminal Bus Banjar. Di sana petugas berhasil mengamankan tiga orang pengamen. Kemudian, petugas menyusuri Jalan Letjen. Soewarto dan kembali berhasil mengamankan tiga orang PGOT.

Enam orang yang terjaring itu masing-masing berinisial DA (32), warga Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, YM (37), warga Cimenyan, Kota Banjar, EJ (29), warga Cikbar, Kota Banjar, IAM (26), warga Parunglesang, Kota Banjar, BS (54), warga Jadimulya, Kota Banjar, dan Rakem (65), warga Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Kasat Reskrim Polresta Banjar, AKP. Semiyono, di dampingi Kasatpol PP Kota Banjar, Yayan Herdiaman, mengatakan, razia ini digelar dalam rangka operasi penertiban yang berbau premanisme, pengemis, gelandangan, dan orang terlantar, sehingga Banjar bersih dari PGOT.

“Ini adalah kegiatan operasi gabungan, dan nantinya akan dijadikan agenda rutin. PGOT yang terjaring dibawa ke Mako Satpol PP untuk diberi pengarahan dan didata. Kami berharap dengan adanya operasi ini, Banjar lebih bersih lagi dari PGOT,” katanya Semiyono.

Dalam razia tersebut, petugas pun mengamankan sejumlah alat musik yang digunakan pengamen, diantaranya gitar dan ketipung, juga mengamankan satu buah mangkuk kecil alat untuk mengemis. (Hermanto/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!