Sungai Ciputrahaji Pangandaran Tercemar Limbah Pabrik Tahu

20/09/2016 0 Comments
Sungai Ciputrahaji Pangandaran Tercemar Limbah Pabrik Tahu

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Warga Desa Sindangjaya dan Janraga, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, mengeluhkan keberadaan limbah pabrik tahu yang mencemari air Sungai Ciputrahaji. Warga menduga, limbah tersebut berasal dari Pabrik tahun di wilayah Desa Sukasari dan Sindangsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Dudi, warga RT 07 RW 02, Dusun Babakan, Desa Sindangjaya, Mangunjaya, ketika ditemui Koran HR, belum lama ini, menilai pengusaha atau pemilik pabrik tahu tidak memperhatikan kebersihan lingkungan. Dia juga menuding pemilik pabrik tidak peka terhadap kelestarian lingkungan.

“Sebab, limbah pabrik itu mereka buang ke kali (Sungai) Ciputrahaji,” katanya.

Kepada Koran HR, Dudi menuturkan, air Sungai Ciputrahaji yang tercemari limbah pabrik tahu itu mengalir ke wilayah Desa Sindangjaya. Bahkan akibat pencemaran itu, warga Sindagjaya yang memiliko kolam dan lahan mengalami kerugian cukup besar.

“Ikan yang ada di kolam mati. Begitupun pertumbuhan tanaman padi milik mereka terganggu akibat air Sungai Ciputrahaji yang sudah tercemar limbah pabrik tahu,” katanya.

Aparatur Pemerintah Desa Sindangjaya, Suhada, S.Ip, ketika dimintai tanggapan, membenarkan bahwa sejumlah pemilik kolam ikan merasa dirugikan oleh limbah pabrik tahu tersebut. Pasalnya, ikan-ikan yang terdapat di kolam warga mati akibat terkena dampak limbah pabrik tahu.

“Selain di kolam, ikan serta tumbuhan yang ada di sawah juga mati akibat airnya tercemar limbah itu. Bahkan, air sumur warga juga kini berubah warna dan berbau,” katanya.

Senada dengan itu, Aparatur Pemerintah Desa Janraga, Ade, meminta pemilik pabrik tahu yang ada di Desa Sukasari dan Sindangsari, Kecamatan Banjarsari, untuk menindaklanjuti keluhan warga yang merasa dirugikan.

“Warga kami yang terkena dampak diantaranya warga Dusun Bugel dan Dusun Jangraga. Di wilayah itu, air kolam, sawah dan sumur beraroma tidak sedap (bau) limbah pabrik tahu. Bahkan banyak warga di dua dusun tersebut merasakan gatal-gatal setelah menggunakan air sumur,” katanya. (Andri/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!