Tahun Ini, Pemkot Banjar Tata Infrastruktur di Wilayah Perbatasan

01/09/2016 0 Comments
Tahun Ini, Pemkot Banjar Tata Infrastruktur di Wilayah Perbatasan

Tugu Selamat Datang yang berada di daerah perbatasan Kota Banjar- Kabupaten Ciamis. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Wilayah Kecamatan Langensari yang disiapkan sebagai penyangga Kota Banjar, dimana letaknya berbatasan langsung dengan Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah itu, terus mendapatkan penataan infrastruktur.

Sejumlah rancangan pembangunan infrastruktur pun telah diusulkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjar, guna meningkatkan pembangunan di kawasan perbatasan tersebut.

Kepala Bappeda Kota Banjar, Drs. Ade Setiana, M.Pd., melalui Kasi. Perencanaan Pembangunan dan Pemerintahan, Hendra Sutendi, mengatakan, pihaknya telah mengajukan beberapa usulan proyek, terkait percepatan pembangunan wilayah perbatasan untuk sektor infrastruktur, baik infrastruktur fisik maupun infrastruktur pemerintahan.

“Untuk tahun 2016 ini saja, Kota Banjar mendapatkan anggaran kegiatan pembangunan wilayah perbatasan dari Provinsi Jabar sekitar 6,5 miliar rupiah. Dimana alokasi nilai terbesar atau 6 miliar rupiah dikerjakan pada tiga desa perbatasan di Kecamatan Langensari, dan sisanya 500 juta rupiah di Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja,” ungkap Hendra, kepada Koran HR, pekan lalu.

Dia menjelaskan, proyek infrastruktur wilayah perbatasan di Kecamatan Langensari itu meliputi pekerjaan lanjutan Jalan Partoatmojo sepanjang 700 meter dan lebar 2,5 meter di wilayah Desa Langensari, dengan anggaran Rp.600 juta. Selain itu, pembangunan kirmir Jalan Jawi sepanjang 15.000 meter dengan anggaran Rp.450 juta, dan pembangunan batas desa di 9 RW senilai Rp.500 juta.

Selanjutnya proyek infrastruktur di wilayah Desa Rejasari meliputi pembangunan kantor desa Rp.650 juta, pembangunan jalan desa (Jalan Pemuda) Rp.500 juta, tugu batas desa 4 unit Rp.400 juta, pengaspalan jalan lingkar Rp.1,5 miliar.

Kemudian, untuk di wilayah Desa Waringinsari yaitu pembangunan kantor desa senilai Rp.400 juta, lening bahu jalan (Jabapati) Rp.500 juta, pembangunan saluran pembuangan (Rancalintah) Rp.500 juta.

“Sementara pekerjaaan infrastruktur wilayah perbatasan di desa Mekarharja yaitu berupa kirmir Jalan Lingkar Utara senilai sekitar 456 juta rupiah,” terangnya.

Hendra menyebutkan, bahwa proyek pekerjaaan tersebut dipegang langsung oleh dinas teknis terkait, seperti DCKTLH dan Dinas PU. Dalam hal ini Bappeda hanya memfasilitasi apa yang menjadi usulan desa atas adanya program bantuan pembangunan wilayah perbatasan.

Pihaknya berharap di tahun-tahun selanjutnya Kota Banjar bisa mendapatkan kembali dana program bantuan wilayah perbatasan. Namun, usulannya tidak hanya sektor infrastruktur fisik saja, melainkan bisa ditindaklanjuti usulan sektor infrastruktur kesejahteraan rakyat atau ekonomi.

Di tempat terpisah, Sekretaris Desa Waringinsari, Sulaeman Zajuli, membenarkan, bahwa pihak desanya untuk tahun ini menerima bantuan program pembangunan wilayah perbatasan sebesar Rp.1 miliar lebih.

“Tapi untuk usulan di Desa Waringinsari seperti yang dikatakan Bappeda itu, jadinya nilai sebesar itu direncanakan atau dialihkan untuk pembangunan gedung serbaguna,” imbuh Sulaeman. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!