Turis Belanda Heran Pengendara Motor Dibawah Umur di Pangandaran Banyak

29/09/2016 0 Comments
Turis Belanda Heran Pengendara Motor Dibawah Umur di Pangandaran Banyak

Rombongan turis asal Belanda terpaksa berjalan kaki akibat akses menuju lokasi pacuan kuda Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, macet. Photo: Asep Kartiwa/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Tingginya antusias warga dalam menyaksikan olahraga berkuda dalam PON XIX di venue Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, pada Rabu (28/9/2016), membuat akses jalan menuju lokasi pertandingan penuh dengan kendaraan, sehingga kemacetan tidak bisa dihindari.  

Idhar (47), warga Cijulang, mengatakan, kemacetan tersebut disebabkan banyaknya pengendara roda dua yang tidak mau antri, sehingga menghambat laju kendaraan yang berlawanan arah. 

“Daripada terjebak macet hanya untuk ke venue pacuan kuda, lebih baik makan-makan saja di Pantai Madasari,” ujarnya kepada HR Online.

Berbeda dengan Idhar, rombongan turis asal negara kincir, Belanda, justru memilih jalan kaki menuju lokasi olahraga berkuda. Aafke, tour leader dari rombongan tersebut mengaku heran. Pasalnya, akses ke arena pacuan kuda dipadati kendaraan yang menyebabkan kemacetan.

“Kenapa banyak pengendara motor masih di bawah umur bisa mengendarai di jalan raya? padahal mereka tidak diperkenankan dalam aturan,” kata Afka kepada HR Online.

Dari pantauan HR Online, rombongan turis Belanda yang terpaksa jalan kaki akibat kemacetan tersebut menjadi pusat perhatian sejumlah pengendara yang terjebak macet. (Askar/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!