Warga Banjar Antri Ingin Belajar Menghafal Al Qur’an di Rumah Tahfidz Ar Rohman

13/09/2016 0 Comments
Warga Banjar Antri Ingin Belajar Menghafal Al Qur’an di Rumah Tahfidz Ar Rohman

Sejumlah anak-anak sedang belajar membaca Al Qur’an di Rumah Tahfidz Ar Rohman. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ratusan anak di Kota Banjar setiap hari terlihat berbondong-bondong mendatangi sebuah tempat menghafal Al Qur’an, yakni Rumah Tahfidz Ar Rohman, yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Ketua Yayasan Arif Saeful Rohman, Zaenal Arifin, mengatakan, antusias masyarakat dalam belajar menghafal Al Qur’an sangat tinggi. Padahal saat awal pendirian Rumah Tahfidz Ar Rohman, dirinya tidak membayangkan jumlah anak didiknya akan sebanyak itu.

“Berawal dari sebuah diskusi kecil-kecilan bersama teman, saya ingin membuat sebuah tempat menghafal Al Qur’an di Banjar. Ketika ada teman yang sedang melakukan ibadah haji, dia berdo’a kelak akan memiliki impian yang sama dengan saya. Setelah pulang, ternyata satu tujuan dengan saya untuk membuat lembaga ini,” tuturnya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Dengan perjuangan cukup panjang dalam merekrut para pendidik, lanjut Zaenal, buah manis kini dirasakan saat para peserta yang ikut menghafal Al Qur’an di lembaganya melebihi kapasitas dari target awal.

Sampai saat ini tercatat sekitar 340 orang yang belajar Al Quran di tempat tersebut. bahkan, yang masuk dalam daftar tunggu jumlahnya juga cukup banyak. Menurut Zaenal, pihaknya pun kewalahan menghadapi antusias masyarakat yang ingin belajar Al Qur’an cukup tinggi.

Di tempat yang sama, Ketua Rumah Tahfidz Ar Rohman, Yusron Ahmad Husaini, mengatakan, proses belajar memfokuskan pada penghafalan Al Qur’an. Namu, para pelajar dapat memilih waktu yang disediakan oleh pihak pengelola, yakni pagi, siang, sore dan malam.

“Kebanyakan yang belajar di sini adalah anak-anak. Tapi remaja sampai orang tua pun banyak juga yang rela mengantri demi belajar Al Qur’an,” katanya.

Dengan proses pendaftaran yang cukup mudah, yakni cukup bisa membaca teks arab, pelajar hanya dikenakan uang masuk sejumlah Rp.20.000. Sedangkan, untuk yang sudah masuk semester lebih awal dikenakan daftar ulang sebesar Rp.15.000.

Untuk biaya bulanannya, pihak pengelola menyerahkan kepada orang tua masing-masing. Berapa pun ngasihnya diterima asal mereka ikhlas. Kalaupun ada yang tidak mampu, pihaknya tetap menerima dengan lapang dada. “Kita meyakini karena ini sangat penting untuk akhlak generasi kita,” kata Yusron.

Sedangkan, untuk menghilangkan rasa penat kepada anak didik, Zaki Munawar, salah satu pengajar, mengatakan, ada kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan Rumah Tahfidz bagi anak-anak didiknya, yaitu belajar memanah, berkuda, berenang dan belajar akhlak.

“Kita sering mengajarkan pelajar untuk bisa memanah. Hal ini adalah sunnah Rosul. Alhamdulillah kita juga sudah memiliki kuda yang akan dijadikan latihan para pelajar di sela-sela menghafal Al Qur’an,” jelasnya.

Melihat banyaknya kebobrokan moral yang dilakukan anak-anak di zaman sekarang, khususnya di Kota Banjar, Zaki berharap melalui pendidikan menghafal Al Qur’an yang dia jalani bersama pengurus yang ada, bisa menjadi sebuah solusi dari segala problema moral saat ini.

“Gadget sekarang lebih penting dari Al Qur’an, padahal itu keliru besar. Nah, kita mengajarkan kepada peserta untuk lebih mendalami kitab suci umat Islam yang akan membawa kita selamat hingga akhirat nanti,” pungkas Zaki. (Muhafid/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!