Warga Resah, Orgil ‘Galak’ Berkeliaran di Kota Banjar

13/09/2016 0 Comments
Warga Resah, Orgil ‘Galak’ Berkeliaran di Kota Banjar

Ilustrasi Orang Gila. Foto: Dokumentasi HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga Kota Banjar, Jawa Barat, mengaku resah dengan banyaknya orang gila (orgil) yang terlihat berkeliaran sejak beberapa bulan terakhir ini. Bahkan, orang gila tersebut kerap mengamuk sehingga keberadaannya sangat menganggu.

Petugas keamanan UPTD Pasar Banjar, Yogi Irwan (37), mengatakan, bahwa seminggu yang lalu dia telah “berduel” dengan orgil yang kerap menganggu warga pasar. Menurutnya, saat itu orgil tersebut tengah mendorong-dorong roda sampah, kemudian roda sampahnya dibentur-benturkan ke trotoar. Karena membuat resah dan menganggu keamanan, maka dia pun melayangkan bogem kepada si orgil.

“Sudah beberapa kali orgil tersebut saya tegur, namun dia malah bringas dan akan menyerang saya. Akhirnya ya terpaksa saya balik menyerang dan melayangkan pukulan ke wajah orgil itu,” tutur Yogi, kepada Koran HR, pekan lalu.

Pendapat serupa dikatakan Yono (38), seorang pedagang ayam goreng di Lingkungan Parungsari, Kecamatan Purwaharja, bahwa orgil yang kerap berkeliaran itu sering membuat onar dan memukuli roda tempat untuk berjualannya.

Hal ini tentunya membuat dirinya berang dan dia pun mengakui pernah menghajar orgil tersebut. “Karena sering membuat resah, terpaksa orang gila itu saya hajar,” ujar Yono.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Koran HR di lapangan, bahwa keberadaan orgil di Kota Banjar akhir-akhir ini adalah hasil buangan dari daerah lain, seperti Kuningan, Sumedang, Majalengka, dan Cilacap.

Selain orang gila, di kota perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah ini juga banyak berkeliaran anak jalanan yang kerap mengamen di setiap perempatan jalan, termasuk gelandangan dan pengemis.

Menanggapi hal ini, Kasatpol PP Kota Banjar, Yayan Herdiaman, ketika ditemui di ruang kerjanya, pekan lalu, mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan kembali akan melakukan penertiban ataupun razia terhadap keberadaan orang gila, anak jalanan, gelandangan dan pengemis.

Yayan menambahkan, anak jalanan, gelandangan dan pengemis yang nantinya terjaring dalam penertiban, mereka akan dikembalikan ke tempat asalnya. Sedangkan untuk orgil, pihaknya akan berkoordinasi dengan RSUD Kota Banjar. (Hermanto/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!