Wow, Belimbing Madu di Banjar Diburu Pembeli

20/09/2016 0 Comments
Wow, Belimbing Madu di Banjar Diburu Pembeli

Edi Sukardi, warga Dusun Purwodadi, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, menunjukkan kebun buah belimbing madu miliknya yang tak jauh dari rumahnya. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Berawal dari ketertarikan terhadap adiknya yang berhasil membudidayakan buah belimbing madu di daerah Cilacap, Jawa Tengah, Edi Sukardi, warga Dusun Purwodadi, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, kini berhasil mengikuti jejak adiknya tersebut.

Saat ditemui Koran HR di kebun miliknya seluas 470 bata, Selasa (13/09/2016) pekan lalu, Edi menuturkan bahwa dirinya telah membudidayakan buah belimbing sejak 9 tahun silam. “Tadinya tanah saya ini hanya untuk ditanami padi. Tapi setelah berpikir panjang soal belimbing madu, saya memutuskan fokus menanamnya,” tuturnya.

Dalam membudidayakannya, buah belimbing dibungkus menggunakan plastik saat sudah muncul pada ranting pohon sebesar jempol kaki orang dewasa. Cara merawatnya pun hanya memakai pupuk kandang dan semprot buah. Namun, hama ulat buat terkadang membuatnya kewalahan.

Ratusan pohon belimbing hasil stek itu dapat dipanen setelah 3 bulan ditanam. Selain itu, buahnya yang berbentuk besar, berwarna kuning emas dan berasa manis, menjadi daya tarik sendiri bagi warga yang sebelumnya mengira rasa belimbing itu sepet.

“Saya jual perkilonya hanya 15 ribu rupiah. Biasanya 1 kilogram itu isinya 4 buah, kadang 3 buah, tergantung besarnya. Pernah ada yang beratnya sampai 8 ons, tapi itu jarang,” terang Edi.

Di tempat yang sama, Siti Asriah, istri Edi, menambahkan, hasil budidaya belimbing madu cukup lumayan. Pasalnya, selain hanya merawat lalu memanennya, dia juga tidak merasa repot untuk menjual karena pembeli langsung datang kerumahnya yang dikelilingi ratusan pohon belimbing.

“Menghadapi pelanggan di rumah juga sudah kewalahan, apalagi kalau saya harus memasarkannya sendiri,” ucapnya.

Menurut Siti, pelanggan yang setianya itu meliputi para pegawai, pejabat, penjual buah yang ada di Kota Banjar, bahkan dari daerah lain seperti Tasikmlaya rela jauh-jauh hanya untuk membeli belimbing miliknya.

“Kandungan rasa manis buahnya kan tidak pakai bahan pemanis buatan, tapi asli alami. Mungkin ini yang dicari mereka. Alhamdulillah, kalau layak petik, setiap panen bisa mendapat 1 kuintal buah tiap harinya,” pungkas Siti. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!