Atasi Genangan Banjir, Warga Ciamis Bongkar Drainase di Jalur Kabupaten

13/10/2016 0 Comments
Atasi Genangan Banjir, Warga Ciamis Bongkar Drainase di Jalur Kabupaten

Untuk mengatasi banjir yang terjadi pada saat musim hujan seperti sekarang, warga Dusun Buniasih, Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, terpaksa membongkar dua gorong-gorong yang terdapat di jalan kabupaten. Pasalnya, saluran dan gorong-gorong tersebut mampet dan menghambat pembuangan air. Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Untuk mengatasi banjir yang terjadi pada saat musim hujan seperti sekarang, warga Dusun Buniasih, Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, terpaksa membongkar dua gorong-gorong yang terdapat di jalan kabupaten. Pasalnya, saluran dan gorong-gorong tersebut mampet dan menghambat pembuangan air.

Kepala Dusun Buniasih, Sudarko Rudianto, kepada Koran HR, Selasa (11/10/2016) lalu, membenarkan jika warganya terpaksa harus membongkar dua buah gorong-gorong yang mampet dan menyebabkan air masuk ke perumahan warga.

“Warga kami kemarin terpaksa membongkar gorong-gorong yang berada dekat MI Buniasih dan di perbatasan RT 01 dan RT 02. Itu karena gorong-gorongnya amblas dan mampet akibat sering dilalui truk bermuatan material proyek. Jika warga tidak membongkarnya, sudah dipastikan akan banyak rumah yang kebanjiran. Sebelum dibongkar, sudah ada beberapa rumah yang terendam banjir, bahkan kolam ikan warga di RT 01 dan RT 02 sudah banyak yang terendam,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Kutawaringin, Slamet Bahtiar, Selasa, (11/10/2016) lalu, membenarkan bahwa gorong-gorong di jalan kabupaten yang berada di Dusun Buniasih dibongkar oleh warga untuk melancarkan laju air di saluran.

“Kami tidak bisa menyalahkan warga, karena memang jika tidak dibongkar, maka banyak rumah warga yang terendam banjir,” katanya.

Selain dua gorong-gorong yang dibongkar paksa oleh warga, kata Slamet, bencana yang ditimbulkan oleh hujan pada Minggu (09/10/2016) lalu, sedikitnya 77 rumah warga Kutawaringin terendam oleh banjir.

“Dan 13 rumah terkena longsor dan mengalami kerusakan ringan. Selain itu juga, ada dua titik pergerakan tanah di Dusun Neglasari, tepatnya di Cipariuk dan di Dusun Sukamaju komplek Cibeureum yang saat ini mengancam keselamatan warga,” pungkasnya. (Suherman/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!