Bagaimana Hukum Menyentuh Aplikasi Al Qur`an di Smartphone?

03/10/2016 0 Comments
Bagaimana Hukum Menyentuh Aplikasi Al Qur`an di Smartphone?

Ilustrasi. Photo : Ist/ Net

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Berbagai aplikasi Al Qu`ran kini bisa didownload di smarthpone android. Fasilitas itu memudahkan muslim menelaah kitab suci Al Qur`an. Namun kehadiran aplikasi tersebut juga memunculkan pertanyaan. Diantaranya, apakah aplikasi Al-Qur`an tersebut dihukumi sama layaknya Mushaf Al-Quran cetak? Dan wajibkah bersuci ketika menyentuh aplikasi atau perangkat tersebut?

Profesor Muhammad Junaid bin Muhammad Nuri Ad-Dirasywi, dalam artikelnya yang berjudul “Massu al-Ajhizat al-Iliktroniyyat Allati Yukhazzan fiha al-Quran”, pada sat seminar tentang Alquran dan kemajuan teknologi, mengungkapkan bahwa pada prinsipnya memegang Mushaf Alquran cetak wajib dalam kondisi suci sebagaimana disepakati mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali.

Argumentasi keempat madzah adalah, maksud larangan menyentuh Alquran dalam surah al-Waqiah (79) mencakup pula fisik Mushaf. Dan hal itu juga dipertegas dalam sejumlah hadis. Beberapa riwayat menyatakan larangan menyentuh Mushaf kecuali dalam kondisi suci. Seperti penegasan yang ada dalam riwayat Tsauban. Larangan ini juga disuarakan oleh para sahabat. Ada Ali bin Abi Thalib, Sa’ad bin Abi Waqash, dan Abdullah bin Umar.

Junaid kembali mengulas soal silang pendapat antar ulama terkait hukum menyentuh dan membaca Alquran lewat aplikasi android. Pendapat pertama menyebutkan bahwa Alquran yang dijalankan dalam gadget tidak dikategorikan Mushaf Al-Quran. Dengan kata lain, diperbolehkan memegang gadget tersebut, baik saat kondisi suci ataupun tidak. Baik saat aplikasi tersebut aktif atau mati.

Pendapat itu diantaranya disampaikan tokoh terkemuka Arab Saudi, Syekh Shalih al-Fauzan, Muhammad Shalih al-Munajjid, dan Abdurrahman bin Nashir al- Barrak. Mereka beralasan, huruf-huruf Alquran yang tampil pada aplikasi tersebut bukan huruf nyata, tapi hanya berupa kode-kode.

Selanjutnya, pendapat kedua tidak jauh berbeda dengan pendapat pertama. Perangkat keras tersebut tidak dihukumi Mushaf. Alasannya karena tampilan aplikasi Al-Quran merupakan wujud dari program. Begitu aplikasi dinonaktifkan, maka ayat-ayat tersebut ikut hilang. Oleh karena itu, tidak jadi masalah bila membawa perangkat tersebut ke kamar mandi.

Namun, pendapat kedua menekankan agar pengguna harus dalam konisi suci bila menyentuh layar saat aplikasi Al-Qur`an itu beroperasi. Pendapat kedua itu diantaranya disuarakan oleh Syekh Sa’ad bin Abdullah al-Hamid dalam laman al-Jawab al-Kafi dan Stasiun Televisi al-Majd.

Sementara itu, pendapat ketiga disampaikan oleh Syekh Ahmad al-Hajji al- Kurdi, Pakar dalan Ensiklopedi Fikih sekaligus anggota Lembaga Fatwa Kuwait. Menurut dia, dilarang memegang dan menyentuh perangkat berisi aplikasi Al Qur`an bila tidak dalam kondisi suci. Kecuali ketika aplikasi itu dalam kondisi tidak aktif. (Deni/R4/HR-Online)

Sumber : Khazanah Dunia Islam Republika.co.id

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!