Banyak Kasus Asusila, Budi Sutrisno; Pemkot Banjar Sedang Diuji

02/10/2016 0 Comments
Banyak Kasus Asusila, Budi Sutrisno; Pemkot Banjar Sedang Diuji

Anggota DPRD Kota Banjar, Budi Sutrisno. Photo: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Banyaknya kasus asusila yang terungkap akhir-akhir ini di Kota Banjar, membuat sejumlah kalangan merasa prihatin. Keprihatinan itu salah satunya diungkapkan Anggota DPRD Kota Banjar Komisi III, Budi Sutrisno.

Dirinya mengaku sangat prihatin dengan banyaknya kasus tindak asusila di Kota Banjar yang seakan lepas kendali. Menurut Budi, saat ini Allah SWT sedang menguji visi misi Kota Banjar yang berlandaskan iman dan taqwa.

“Dengan kejadian fenomenal ini adalah untuk mengingatkan, sejauh mana perhatian Pemerintah Kota Banjar dalam mengawasi dan mewujudkan visi misi itu,” katanya, kepada Koran HR, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/09/2016) pekan lalu.

Selain kasus-kasus asusila tadi, dia pun merasa prihatin dengan sejumlah kalangan remaja yang kini mulai terjebak dalam pergaulan bebas. Bahkan, menurut Budi, ada pula yang statusnya masih pelajar sudah terjun ke dunia prostitusi.

Faktor utama biasanya dari ekonomi, karena hal tersebut bisa mengakibatkan kesenjangan sosial yang cukup signifikan. Untuk itu, sebaiknya pemerintah dalam menentukan program agar menitikberatkan pada peningkatan daya beli masyarakat. Sehingga, program tersebut bisa menopang pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Selain faktor ekonomi, kemajuan teknologi dan sarana komunikasi yang semakin canggih, juga membuat sejumlah remaja atau oknum pelajar dengan mudahnya melakoni petualangan “malamnya.” Pasalnya, praktek prostitusi online menjadi pilihan mudah bagi mereka dalam melakukan transaksi dengan sang “pelanggan.”

“Bagi oknum pelajar yang sudah mulai mencicipi dunia prostitusi, yang pertama di sini adalah peran orang tua sangat penting dalam memperhatikan anaknya. Karena bagaimanapun lingkungan menjadi pengaruh paling besar bagi anak tersebut. Kedua adalah pihak sekolah. Pihak sekolah dengan aturan sekolah harus lebih memperhatikan peserta didiknya,” tandas Budi. (Hermanto/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!