Begini Kronologi Tewasnya Kakek di Sungai Cimuntur Ciamis

01/10/2016 0 Comments
Begini Kronologi Tewasnya Kakek di Sungai Cimuntur Ciamis

Kepolisian yang dibantu tim medis tengah melakukan penyelidikan kasus kematian Kacun (80) warga Dusun Galonggong, Desa Karanganyar, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis yang ditemukan tewas di Sungai Cimuntur, Kamis (29/9/2016) lalu. Photo: Tantan/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Meninggalnya seorang warga Dusun Galonggong, Desa Karanganyar, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis yang ditemukan tewas di Sungai Cimuntur, Kamis (29/9/2016) lalu, diduga akibat terpeleset saat berada didekat sungai.

Kepala Desa Karanganyar, Yanto Agus, mengatakan, korban yang bernama Kacun (80) sebelumnya telah dilaporkan pihak keluarga hilang kepada ketua RT dan RW setempat sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah menerima laporan tersebut, warga sekitar langsung melakukan penyisiran di sekitar rumah korban.

“Seluruh warga langsung melakukan pencarian disekitar rumah, dikarenakan korban sudah pikun yang tidak mungkin meninggalkan rumah terlalu jauh,” katanya kepada HR Online.

Yanto menambahkan, aparat desa yang dibantu warga setempat terus melakukan pencarian hingga pukul 02.00 WIB dini hari. Namun, hasil pencarian tidak menemukan titik terang. Pada keesokan harinya, pencarian mulai dilanjutkan kembali ke berbagai tempat yang biasa korban lewati.

“Dalam pencarian korban sampai menguras sejumlah kolam warga. Takutnya korban tenggelam di salah satu kolam yang berjarak 150 meter dari rumah korban dan biasa dilalui korban,” tambahnya.

Hingga pukul 16.00 WIB, lanjut Yanto, warga juga tidak membuahkan hasil. Namun sekitar pukul 17.00 WIB, terdengar kabar bahwa korban sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di Sungai Cimuntur.

“Kami bersama warga lainnya langsung menuju tempat korban ditemukan. Ternyata benar mayat yang ditemukan salah satu warga yang telah dilapokan hilang,” paparnya.

Sementara itu, Kanit Sabhara Polsek Bojong, IPDA Sukirman, membenarkan penemuan mayat di Sungai Cimuntur tersebut diduga korban mengalami pikun serta tidak tahu arah pulang ke rumahnya.

“Berdasarkan penyelidikan pihak Kepolisian yang dibantu tim medis, diduga kematian korban akibat terpeleset jatuh ke sungai. Karena pada jasad korban tidak terdapat luka-luka yang mencurigakan, korban hanya mengalami luka akibat benturan sewaktu korban terbawa arus sungai,” tutupnya. (Tantan/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!