Belajar Kelola Kampung KB, BKKBN Kaltim & Kaltara Study Banding ke Banjar

12/10/2016 0 Comments
Belajar Kelola Kampung KB, BKKBN Kaltim & Kaltara Study Banding ke Banjar

Rombongan dari BKKBN Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, saat melakukan study banding ke Kampung KB Dusun Digadung, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Keberadaan Kampung KB di Kota Banjar menjadi sorotan serta rujukan nasional, setelah pemerintah pusat membuat program pembuatan Kampung KB dengan target 514 di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Tercatat, dari data Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kota Banjar, hingga tahun 2016 terdapat 25 Kampung KB yang tersebar di setiap desa maupun kelurahan.

Salah satu lokasi yang sering dijadikan tempat untuk study banding kabupaten/kota lain adalah Kampung KB di Dusun Cigadung, Desa Karyamukti. Bukan hanya dari daerah Jawa Barat saja, namun 33 provinsi yang ada di Indonesia pernah melakukan kunjungan untuk mencontoh model Kampung KB, dan selajutnya akan dikembangkan di daerahnya masing-masing.

Kepala Desa Karyamukti, Ajat Sudrajat, mengatakan, Kampung KB di wilayahnya dibentuk tahun 2011 dan diresmikan pada tahun 2012, sesuai program Pemkot Banjar yang digalakan sejak tahun 2009 lalu.

“Jadi kita lebih dahulu berdiri sebelum pemerintah pusat menargetkan pembentukan Kampung KB di seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” kata Ajat, saat ditemui Koran HR, disela-sela penyambutan rombongan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantas Utara, yang tengah melakukan study banding ke Kampung KB Dusun Cigadung, Senin (10/10/2016).

Ditunjuknya Dusun Cigadung menjadi rujukan nasional bidang KB, merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi dirinya. Karena, perjuangan keras selama 5 tahun ternyata membuahkan hasil.

Pasalnya, pengembangan model Kampung KB yang terintegrasi dalam mewujudkan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), menuju keluarga kecil bahagia sejahtera yang produktif dan mandiri di wilayahnya itu bisa di akui daerah lain.

“Meskipun demikian, kami terus berusaha mengembangkan dan menggali potensi wilayah serta masyarakat yang ada. Ketika tidak dimanfaatkan secara maksimal, tentu perjuangan panjang kita tidak akan optimal hasilnya,” tandas Ajat.

Sementara itu, perwakilan rombongan study banding dari Provinsi Kalimatan Timur dan Kalimantan Utara di Dusun Cigadung, yakni Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sukaryo Teguh Santoso, mengatakan, bahwa kedatangannya ini untuk belajar lebih jauh tentang pengelolaan, serta berbagai hal dari Kampung KB di Dusun Cigadung.

“Kalau melihat potensi wilayah kita di Kalimantan, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Kota Banjar. Bahkan kita bisa lebih unggul. Namun kita salut dengan  kekompakan serta gotong rotong warga Dusun Cigadung yang sangat luar biasa ini,” ucap Sukaryo.

Di tempat yang sama, hadir juga Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hj. Siti Qomariah. Dia juga menilai, bahwa keberadaan Kampung KB di Kalimantan belum populer. Pasalnya, masih banyak yang pesimis kalau program pemerintah tersebut bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Setelah pulang dari Kota Banjar, saya berkomitmen akan memperjuangkan Kampung KB dalam forum di DPRD Kaltim,” kata Siti.

Dalam kesempatan itu, setelah mendengarkan pemaparan selayang pandang Kampung KB “Raga Mukti” Dusun Cigadung oleh Kepala Desa Karyamukti, peserta study banding mengisi kegiatannya itu dengan tanya jawab seputar Kampung KB kepada kader-kader KB yang ada di Dusun Cigadung. (Muhafid/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!