BPBD Pangandaran Pastikan Korban Tewas Bukan Saat Terjadi Puting Beliung

13/10/2016 0 Comments
BPBD Pangandaran Pastikan Korban Tewas Bukan Saat Terjadi Puting Beliung

Ade Aju (39), warga blok Bumi Ayu Dusun Bojongsalawe, Desa Karangjaladi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, ditemukan tewas setelah terjadi angin puting beliung melanda daerah tersebut. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena, mengungkapkan, penyebab tewasnya Ade Aju (39), warga blok Bumi Ayu Dusun Bojongsalawe, Desa Karangjaladi, Kecamatan Parigi, ternyata bukan karena angin puting beliung, tetapi akibat jatuh dan tenggelam di muara setelah panik menghindar dari petir yang menggelegar.

“Kami sudah turun langsung ke lapangan, mengkonfirmasi kejadian yang sebenarnya. Ternyata Ade Jaju tewas setelah beberapa menit terjadi angin puting beliung. Artinya, dia tewas bukan di saat angin puting beliung menyapu daerah Bojongsalawe,” katanya, kepada HR Online, Kamis (13/10/2016).

Nana menjelaskan, berdasarkan informasi dari keluarganya, sebelum meninggal korban tengah bercocok tanam di pematang sawah. Saat berada di sawah itulah korban panik ketika mendengar suara petir yang menggelegar. Korban pun langsung lari menyelamatkan diri ke arah jembatan muara Bojongsalawe.

“Saat lari menghindari petir serta dalam kondisi panik itulah korban akhirnya terpeleset dari jembatan. Kemudian jatuh ke muara dan akhirnya tenggelam. Korban pun sempat menyelamatkan diri dengan berusaha meraih badan perahu yang berada di muara. Diduga korban kurang mahir berenang, akhirnya usahanya menyelamatkan diri tidak berhasil,” terangnya.

Menurut Nana, awalnya korban dikabarkan terhempas ke muara dan kemudian tenggelam saat menyelematkan perahu yang tersapu oleh angin puting beliung. “Kalau penyebab meninggalnya akibat tenggelam, memang benar. Tetapi kejadian itu setelah beberapa menit terjadi angin puting beliung,” katanya.

Nana mengatakan, akibat bencana puting beliung, hanya menimbulkan 11 orang mengalami luka-luka dan shok. Mereka mengalami luka ketika berusaha menyelematkan diri agar tidak tertimpa rerentuhan rumah atau pohon.

“Mereka rata-rata panik dan berlari untuk menghindari tertimpa rerentuhan. Ada yang jatuh ada juga yang malah tertimpa rerentuhan. Tetapi 11 korban luka itu tidak ada yang parah. Mereka hanya mengalami luka sobek akibat jatuh dan lecet,” pungkasnya. (Bgj/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!