Budayawan Ciamis Minta Destinasi Cagar Budaya Perlu Perhatian Khusus

18/10/2016 0 Comments
Budayawan Ciamis Minta Destinasi Cagar Budaya Perlu Perhatian Khusus

Cagar Budaya Karangkamulyan, salah satu destinasi budaya yang ada di Kabupaten Ciamis. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Semenjak Pangandaran resmi memisahkan diri, destinsi wisata Kabupaten Ciamis harus terus dikembangkan untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, pengembangan destinasi Cagar Budaya perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Salah seorang Budayawan Ciamis, Emed, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, mengatakan, Desa Cisaga, Kabupaten Ciamis banyak destinasi Cagar Budaya yang belum dilestarikan secara maksimal.

Menurut dia, Cagar Budaya yang terdapat di Desa Sukahurip, tepatnya di Dusun Cibeurih. Disana terdapat tiga titik Cagar Budaya Kramat, diantaranya yakni Murdalifah, Eyang Entong dan Ketris Manik.

”Ketiga Cagar Budaya tersebut salah satu situs budaya seperti di daerah-daerah lainnya. Ketiga tempat tersebut dapat dijadikan sebagai cagar budaya warisan bangsa yang dapat dilestarikan keberadaannya di Kabupaten Ciamis,” kata Emed saat mengadiri Hajat Bumi di Kramat Sirah Dayeuh, Dusun Cibeurih, Desa Sukahurip, Kecamatan Cisaga.

Emed menambahkan, salah satu contoh cagar budaya warisan Bangsa saat ini ada yaitu Hajat Bumi dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1438 H. Hajat bumi merupakan salah satu agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh warga Cibeurih.

”Inilah ciri bentuk warisan Bangsa yang harus dilestarikan, terutama perhatian dari pemerintah daerah guna meningkatkan PAD Ciamis, khususnya dalam destinasi wisata cagar budaya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, khususnya warga Cisaga, yang telah peduli serta ikut melestarikan kebudayaan di Kabupaten Ciamis.

”Kegiatan ini telah mengingatkan kita sebagai generasi penerus dari leluhur, untuk mencintai, menjaga serta melestarikan alam semesta, demi warisan untuk generasi mendatang,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan Hajat Bumi merupakan bentuk kepedulian masyarakat kepada alam semesta. Bumi ini bukan milik manusia, tetapi untuk generasi penerus yang perlu selalu dijaga kelestariannya.

Menurut Iing, dengan bencana yang telah terjadi akhir-akhir ini, seakan terus datang silih berganti, hal itu sangat dimungkinkan akibat dari kelalaian manusia sebagai pengisi bumi.

”Dengan terus dilestarikannnya destinasi wisata cagar budaya di Kabupaten Ciamis, diharapkan keutuhan alam semesta dapat terlindungi dari segala musibah yang melanda saat ini,” tegasnya. (tantan/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!