Desa Paling Angker di Inggris Ini jadi Tujuan Wisata Pecinta Mistis

31/10/2016 1 Comment
Desa Paling Angker di Inggris Ini jadi Tujuan Wisata Pecinta Mistis

Greja St. Nicholas di Desa Pluckley, Inggris. Photo: Avanoustic.com.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),-

Pluckley, nama sebuah desa paling angker di Inggris. Dilansir dari Avanoustic.com, Pluckley memiliki reputasi sebagai desa paling angker di Inggris. Belasan hantu dengan wujud berbeda pernah muncul di hadapan warga setempat maupun para pengunjung.

Bahkan, saat malam hari dari jendela Gereja St. Nicholas konon kerap terdengar bunyi suara aneh seperti ketukan di jendela. Reputasi itu membuat Desa Pluckley menjadi tujuan utama bagi pecinta sensasi mistis selama Halloween.

Selain Gereja St. Nicholas, kondisi Pub Black Horse di Desa Pluckley juga tak luput dari kisah menyeramkan. Banyak pengunjung yang mengaku kalau mereka pernah melihat sosok hantu anak kecil di lokasi tersebut.

Menurut cerita rakyat setempat, banyak orang mendengar suara hantu sosok seorang pelatih dan kudanya di desa itu. Tahun 1997, salah seorang pengunjung dilaporkan sudah pernah mendengarnya dengan sangat jelas, tapi tak bisa melihat apa-apa.

Sedangkan, insiden lainnya melibatkan seorang wanita yang sedang mengemudi kendaraannya dan melintasi desa setelah tengah malam, dalam perjalanan pulang dari tempat penitipan bayi. Ketika memasuki persimpangan jalan, wanita itu melihat sosok hantu pelatih melalui jendela mobilnya.

Ada pula laporan mengenai kemunculan sosok hantu yang disebut wanita selada air yang kerap terlihat berdiri di Pinnock Bridge. Sosok tersebut adalah hantu dari seorang wanita tua yang dulunya dibakar hingga tewas saat sedang tertidur lelap.

Sedangkan, di tempat yang dijuluki Fright Corner, di mana perampok Robert du Bois dibunuh oleh penduduk desa, juga dikabarkan sangat angker dan berhantu.

Namun, meski desa ini menjadi salah satu daerah yang paling angker di Inggris, hal itu tidak menyurutkan para pengunjung untuk tetap datang dan menikmati masa liburannya di Desa Pluckley. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

1 Comment

    Leave a Reply