DPPKAD Banjar akan Verifikasi Puluhan Unit Motor Inventaris Pemdes

05/10/2016 0 Comments
DPPKAD Banjar akan Verifikasi Puluhan Unit Motor Inventaris Pemdes

Ilustrasi Motor Dinas. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Puluhan kendaraan dinas berupa sepeda motor di sejumlah pemerintah desa yang merupakan aset milik Pemkot Banjar, kini keberadaannya tidak diamankan dengan baik. Aset tersebut yang sebagian dari bantuan Provinsi Jabar tahun 2002 itu, juga tercatat di pemerintah kecamatan.

Seiring pelaksanaan otonomi desa, Pemkot Banjar melalui Bidang Asset DPPKAD, berupaya menertibkan aset tersebut, dengan mengundang para kepala desa dan camat untuk mengkoordinasikannya. Koordinasi itu dilaksankana Senin (26/09/2016), bertempat di Aula DPPKAD Kota Banjar.

Kepala Seksi Pengamanan dan Penghapusan Aset DPPKAD Kota Banjar, Euis Suryani, S.Sos., MM., mengatakan, aset pemkot yang tercatat di kecamatan salah satunya sepeda motor yang digunakan aparat pemerintah desa dan harus ditertibkan kembali.

“Laporan yang datang pada kami, sekitar 30 unit sepeda motor yang ada di setiap desa itu kondisinya berceceran. Artinya, ada yang masih dipakai dan ada juga yang dibiarkan rusak. Nah, kondisi demikian perlu ditindaklanjuti penyelesaiannya bagaimana,” terangnya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Jadi, lanjut Euis, melalui pertemuan pada hari Senin kemarin, pemerintah kecamatan harus menginventarisir kembali. Kemudian, apakah aset itu nantinya harus diserahkan kepada pemkot melalui kecamatan, atau dihibahkan ke desa. Hal itu yang kini sedang dirumuskan bersama.

“Pokoknya sepeda motor yang rusak jangan dibiarkan saja. Malah sebenarnya desa harus melaporkan dan menyerahkannya ke kecamatan. Intinya harus jelas, karena sekarang desa mempunyai kewenangan otonomnya. Mereka sudah bisa beli sendiri dari bantuan keuangan yang jumlahnya mencapai miliaran,” kata Euis.

Jika memang kendaraan sepeda motor tersebut kondisinya sudah rusak, maka harus segera dilaporkan agar bisa dilakukan penghapusan asset. Namun, pihak DPPKAD pun perlu terjun ke lapangan guna memverifikasinya.

“Hasilnya memang rusak, ke depan tentu dapat dilakukan pelelangan. Tapi sampai ke sana perlu proses. Intinya, hal itu sedang kita benahi,” pungkasnya. (Nanks/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!