Gunakan Visa Berlibur tapi Bekerja, Empat WNA di Ciamis Terancam Dideportasi

25/10/2016 0 Comments
Gunakan Visa Berlibur tapi Bekerja, Empat WNA di Ciamis Terancam Dideportasi

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis mengancam akan mendeportasi empat Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat praktik penyalahgunaan visa kunjungan yang digunakan untuk bekerja. Pasalnya, empat WNA yang berada di Kabupaten Ciamis tidak mengantongi Ijin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA).

Kepala Bidang Tenaga Kerja melalui Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ani Risnawati, ketika ditemui Koran HR, Selasa (18/10/2016) pekan lalu, mengatakan, Tenaga Kerja Asing (TKA) harus merujuk pasal 42 UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Permenaker No.16 tahun 2015.

“Setiap perusahaan harus mempuyai Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dari Kemeterian yang telah mendapatkan perijinan dari Kantor Imigrasi. Semua prosedur telah ditempuh, maka Kementerian akan mengeluarkan IMTA dan Kartu Izin Tinggal Terbatas/ tetap (KITAS),” katanya.

Ani mengungkapkan, pihaknya bekerjasama dengan imigrasi mengecek keberadaan WNA yang memiliki visa berlibur. Serta mengawasi secara ketat tenaga kerja asing yang mempergunakan visa berlibur masuk ke Indonesia.

“Keempat WNA tersebut menggunakan visa berkunjung bukannya visa ketenagakerjaan. Makanya kami akan menindak tegas. Apabila ditemukan ada WNA menggunakan Visa kunjungan yang disalahgunakan akan segera kami deportasi,” tegasnya.

Menurut Ani, WNA yang melakukan kegiatan tanpa izin ini bisa berpotensi menimbulkan kerugian bagi Indonesia. Salah satunya, Indonesia akan kehilangan pendapatan devisa. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait seperti, Badan Intelijen Negara dan Kepolisian Republik Indonesia untuk terus memantau segala potensi tidak kejahatan yang dilakukan oleh WNA.

Ani juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang sudah aktif melakukan pengawasan dan pengaduan kepada Dinas Tenaga Kerja maupun kepolisian setempat terhadap keberadaan WNA di daerah masing-masing yang dinilai mencurigakan. (Tantan/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!