Jalur Alternatif Panawangan Ciamis Menuju Kuningan Rusak Parah

03/10/2016 0 Comments
Jalur Alternatif Panawangan Ciamis Menuju Kuningan Rusak Parah

Akses jalan pedesaan penghubung antar desa Nagarajati-Nagarajaya, dan jalur alternatif menuju Kabupaten Kuningan rusak parah. Photo : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Insfrastruktur jalan pedesaan sepanjang 3 kilometer penghubung antar Desa Nagarajati-Nagarajaya dan jalur alternatif menuju wilayah Kabupaten Kuningan, di Desa Nagarajaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, menjadi sorotan masyarakat.

Sekretaris Desa Nagarajati, Jeje, ketika ditemui Koran HR, Minggu (25/09/2016) pekan lalu, membenarkan kondisi infrastruktur jalan tersebut. Menurut dia, sudah bertahun-tahun kondisi jalan tersebut rusak parah dan tidak mendapat sentuhan perbaikan.

Menurut Jeje, jalan itu merupakan satu-satunya penghubung yang produktif. Setiap hari, masyarakat Nagarajati yang mau ke sekolah atau keperluan lain selalu menggunakan akses jalan tersebut.

“Kondisi jalan sangat sulit dilalui, tapi pengguna jalan tetap melewatinya karena tidak ada jalan lain. Saat musim kemarau kondisi jalan kotor dan berdebu. Sementara di musim penghujan becek dan licin, sehingga membahayakan penggguna jalan,” katanya.

Hasan (32), warga Nagarajati, ketika ditemui Koran HR, Minggu (25/09/2016) pekan lalu, menuding pemerintah tidak memahami kebutuhan masyarakat. Menurut dia, meski jalan berada di wilayah pertanian, pembangunan jalan sangat perlu diprioritaskan.

“Sebab selain untuk kepentingan masyarakat, pemerintah sendiri erat kaitannya dengan seluruh kegiatan administrasi di tingkat desa maupun kecamatan, yang pada umumnya dari desa Nagarajati menggunakan jalan tersebut,” katanya.

Kepala Desa Nagarajaya, Andi Hamdani, SE, ketika ditemui Koran HR, Senin (26/09/2016) lalu, di ruang kerjanya, membenarkan, kondisi jalan yang sudah hancur tersebut. Pihaknya juga mengakui jalan rusak itu belum diperbaiki.

Andi menjelaskan, kerusakan terparah berada di Blok Geurang. Jalan itu merupakan jalan Desa Nagarajaya. Lanjut Andi menuturkan bahwa pihaknya hingga saat ini belum bisa menganggarkan perbaikan jalan.

“Sebab memerlukan biaya besar. Jalan ini juga perlu disertai dengan drainase. Sementara desa baru membuat TPT di daerah rawan longsor. Pemerintah desa angkat tangan untuk mengalokasikan dana pembangunan. Karena pengalokasian dana untuk pembangunan di setiap dusun bakal terhambat,” katanya. (Dji/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!