Karena Isu Pungli, Jembatan Alternatif Ke Pangandaran Ditutup Sementara

12/10/2016 1 Comment
Karena Isu Pungli, Jembatan Alternatif Ke Pangandaran Ditutup Sementara

Penutupan sementara jembatan bekas rel kereta api membuat kemacetan di lokasi jembatan. Photo: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Akibat amblasnya jembatan Ciputrapinggan membuat sejumlah jalur alternatif menuju Pangandaran dimanfaatkan pengendara motor, salah satunya jembatan bekas rel kereta api yang terletak tidak jauh dari jembatan Ciputrapinggan.

Dengan dibukanya jalur alternatif tersebut, membuat lega para pengendara motor. Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (12/10/2016), tiba-tiba jalur tersebut ditutup sementara oleh Pemkab Pangandaran melalui Satpol PP. Pasalnya, beredar rumor para pengendara yang melintas dipungut biaya Rp. 5.000 hingga Rp. 15.000.

Menurut salah satu warga Dusun Bojong Karekes, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Ujang Misto (32), yang juga mengatur kendaraan yang melintas di jembatan kereta tersebut mengatakan, prihatin jembatan alternatif satu-satunya yang menghubungkan ke Pangandaran ditutup. Padahal, jika menggunakan rakit harus merogoh saku hingga Rp. 15.000.

“Niat kami hanya membantu pengendara. Soal pungutan, sebenarnya tidak ada paksaan. Berapapun yang diberikan diterima, baik Rp. 1000, Rp. 2.000 maupun Rp. 5000. Sedangkan menggunakan rakit informasinya kan lebih mahal,” jelas Ujang Misto kepada HR Online.

Sebetulnya, lanjut Misto, dana yang terkumpul hasil pemberian pengendara akan digunakan untuk keperluan perawatan jalan lingkungan serta guna mengantisipasi jalan jembatan licin dengan membeli pasir maupun merang padi.

Sementara itu, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, seharusnya pemerintah bertindak cepat memberi solusi untuk penggunaan jalur alternative secara matang.

“Seharusnya pemda sebelum menutup akses jalur alternatif tersebut memberikan solusi terlebih dahulu. Padahal, maksud warga setempat itu untuk membantu mempermudah pengendara yang akan ke Pangandaran. Wajar saja kalau mereka menyediakan kotak sumbangan yang tidak memaksa,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, saat penutupan sementara jembatan tersebut, perwakilan masyarakat sekitar dikumpulkan guna memberikan keterangan jelas soal isu pemungutan terhadap pengendaran yang mencapai Rp. 5.000 hingga Rp. 15.000. Namun, setelah 1 jam kemudian pada pukul 15.00 WIB jembatan dibuka kembali. (Mad/R6/HR-Online).

About author

Related articles

1 Comment

  1. maz October 12, at 21:57

    Benar benar kebijakan yang jenius dan baik hati..nyusahin masyarakat aja kalo ditutup...catatan: dari pol pp ga ngasih kayu gratis buat bikin jembatan alternatif...wajar pungutan cuma 5 ribu itung2 buat ganti..apa lebih bagus tiap yg mau lewat bawa papan 1??... Nanti masang sendiri..trus yang jagain pol pp tuh ..jadi kan gratis...saya merasa keberatan selaku pengendara kalo ditutup

    Reply

Leave a Reply