Kasihan, di Ciamis Bocah 14 Tahun Jadi Korban Begal

05/10/2016 1 Comment
Kasihan, di Ciamis Bocah 14 Tahun Jadi Korban Begal

Sejumlah anggota keluarga serta tetangga yang tengah menjenguk korban begal di Desa Sidaharja, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Selasa (4/10/2016) lalu. Photo: Muhafid/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Nasib nahas menimpa Eman Suparman (14) warga Pasungsari, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, yang kehilangan motor matic serta luka bacokan golok pada bagian sekitar pundaknya setelah di begal oleh 2 orang pelaku di sekitar pemakaman Desa Sidaharja, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Selasa (4/10/2016) lalu.

Saat ditemui HR Online di rumahnya, Rabu (5/10/2016), Eman mengaku awalnya hendak membeli jengkol yang tidak jauh dari rumahnya di sebuah warung saat adzan maghrib tiba. Namun, saat hendak pulang ia dihadang oleh 2 orang tidak dikenal yang salah satunya meminta pertolongan untuk diantar ke rumah teman pelaku.

Saat ditengah perjalanan, karena salah satu pelaku dibonceng Eman dan 1 pelaku mengendarai motor membuntutinya, pelaku meminta berhenti di depan salah satu Sekolah Dasar yang terletak di Desa Sindangangin, Kecamatan Lakbok, untuk mengantarkan motor yang dikendarai pelaku yang membuntutinya.

Usai diantarkan, 2 pelaku tersebut langsung meminta korban duduk pada posisi tengah motor untuk melanjutkan perjalanan. Ditengah perjalanan, tiba-tiba pelaku yang berada dibelakang korban menyekik sambil meminta kemauannya dituruti.

“Karena saya sudah merasa bahwa saya tengah diancam dan tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya saya ikuti apa kemauannya untuk jalan-jalan. Sempat pelaku ditengah perjalanan meminta pinjam motor untuk mengambil velg motor dan saya disuruh menunggu, tapi saya menolaknya,” jelas korban yang juga masih duduk di bangku kelas 3 SMP.

Sekitar pukul 19.00 WIB di sekitar makam yang kondisinya sepi, lanjutnya, pelaku yang mengendarai motor meminta berhenti sejenak dengan alasan mau buang air kecil. Namun, Eman memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengambil kunci motor yang masih terpasang.

“Saat itu, tiba-tiba pelaku yang di belakang saya menyabetkan sejenis golok ke pundak saya. Karena lukanya kira-kira sedalam 4 centimeter, darah pun membanjiri tubuh saya dan 2 pelaku langsung melarikan diri membawa motor,” katanya.

Dengan kondisi tak berdaya, meskipun tak jatuh pingsan, akhirnya Eman meminta tolong kepada warga sekitar untuk memburu pelaku dan membawa dirinya ke medis. Meskipun pelaku tidak dapat dikejar, namun nyawa Eman selamat walaupun ia harus menerima 9 jahitan pada tubuhnya.

“Dalam perjalanan, pelaku bahasanya sopan, merayu, memuji dan sempat minta maaf kepada saya. Tapi ternyata hanya modus saja,” tutupnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

About author

Related articles

1 Comment

Leave a Reply